Jus tomat dan Teh Hitam Ternyata Bisa Menurunkan Gula Darah, Lho!

Sabtu, 13 Februari 2021 - 16:05 WIB
loading...
Jus tomat dan Teh Hitam Ternyata Bisa Menurunkan Gula Darah, Lho!
foto / dok istimewa
A A A
JAKARTA - Bagi penderita diabetes tipe 2 , jus tomat dapat membantu mencegah masalah jantung yang sering memperumit penyakit. Menurut Diabetes in Control, para peneliti telah menemukan bahwa minum jus tomat selama tiga minggu memiliki efek pengencer darah pada orang dengan penyakit tersebut.

"Jus tersebut mengurangi agregasi platelet, kemampuan darah untuk membeku. Jika dikuatkan oleh penelitian yang lebih besar, temuan ini suatu hari nanti juga dapat membantu individu dengan kecenderungan peningkatan pembekuan seperti perokok, trombosis vena dalam jarak jauh," kata Diabetes in Control.

Baca juga : Mama Mama Milenial Angkat Fenomena Generasi Milenial Mengharukan

Dilansir dari Express, Sabtu (13/2) penulis studi British Journal of Nutrition menemukan wanita yang kelebihan berat badan dan obesitas mengalami penurunan peradangan setelah minum sekitar satu setengah cangkir jus tomat setiap hari selama tiga minggu.

Tomat memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama karena mengandung likopen. Ini adalah zat kuat yang menurut penelitian dapat mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, dan degenerasi makula.

Baca juga : Resep Membuat Tahu Telur, Jangan Lupa Siraman Saus Kacang

Di samping itu, studi telah menemukan bahwa teh hitam secara signifikan mengurangi peningkatan kadar glukosa darah di antara orang dewasa yang sehat dan pra-diabetes, dalam hal ini setelah mengonsumsi minuman manis.

"Kami menunjukkan bahwa teh hitam mengurangi peningkatan glukosa darah setelah konsumsi sukrosa pada 60, 90 dan 120 menit dibandingkan dengan plasebo," jelas penulis studi tersebut.

Baca juga : Edukasi Kental Manis Bukan untuk Anak-Anak Masih Belum Optimal

"Data mengkonfirmasi bahwa polifenol menurunkan respon glikemik dan mungkin bertanggung jawab atas tingkat diabetes yang lebih rendah yang diamati dengan konsumsi teh dan kopi," tambah Dr Peter Clifton, profesor nutrisi di University of South Australia di Adelaide, yang baru-baru ini melakukan tinjauan terhadap peran polifenol makanan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3509 seconds (11.210#12.26)