Respon Imun Tubuh Meningkat Saat Puasa, Vaksinasi Covid-19 Lebih Efektif

loading...
Respon Imun Tubuh Meningkat Saat Puasa, Vaksinasi Covid-19 Lebih Efektif
Vaksinasi Covid-19 bulan Puasa justru efektif, karena saat itu respon imun tubuh meningkat. Foto/Istimewa
JAKARTA - Seiring dengan sudah berjalannya bulan suci Ramadhan, bersamaan dengan program vaksinasi Covid-19 yang masih terus berlangsung. Berbagai pertanyaan timbul di benak masyarakat.

Salah satunya terkait dengan vaksinasi Covid-19 saat berpuasa, yang dari segi ilmu kesehatan dikatakan aman-aman saja untuk dilakukan. Selain itu, proses pemberian vaksin pada seseorang yang sedang berpuasa, sudah ditegaskan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak membuat puasa orang tersebut menjadi batal.

Lalu bagaimana dengan manfaatnya? Adakah kaitan manfaat berpuasa dengan vaksinasi Covid-19? Jawabannya ada, seperti dikatakan DR. dr. Rachmat Latief, Sp.PD, KPTI, spesialis penyakit dalam konsultan penyakit infeksi tropis dari Primaya Hospital Makassar, seseorang bisa dapat banyak manfaat kesehatan ketika berpuasa, selama asupan kalori cukup dari sahur hingga puasa. Penyuntikan vaksin Covid-19 sendiri tetap akan membantu untuk terbentuknya imunitas tubuh walau sedang berpuasa.

“Malah tubuh kita akan diberi kesempatan untuk melakukan restorasi bagian tubuh yang mengalami kerusakan. Vaksinasi Covid-19 akan membantu membentuk kekebalan tubuh walaupun dilakukan ketika puasa dan puasa bukan penghalang untuk melakukan pemberian vaksinasi Covid-19,” ujar DR. dr. Rachmat Latief, Sp.PD, KPTI, dalam siaran media yang diterima MNC Portal Indonesia, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga : Jus Buah Semangka Bisa Mengatasi Dehidrasi Selama Berpuasa



Dokter Rachmat menambahkan perlangsungan kekebalan imunitas vaksin Covid-19 sama saja, baik sebelum puasa atau saat berpuasa. Khusus orang-orang lanjut usia, pembentukan antibodi akan tetap terbentuk walaupun tidak secepat pada kelompok orang usia muda.

Maka dari itu, pemberikan vaksin Covid-19 pada lansia harus diberi jarak 28 hari agar tubuh diberi kesempatan untuk membentuk antibodi sehingga pada hari ke- 28 tubuh akan diberi booster lagi dengan vaksin Covid-19 kedua.

“Vaksinasi Covid-19, baik saat puasa atau tidak itu harus tetap memperhatikan kontraindikasi apakah seseorang memiliki penyakit penyerta (komorbid) atau tidak. Khusus lansia, perlu ditekankan apakah para lansia telah memenuhi penilaian score RAPUH (Resistensi, Aktivitas, Penyakit Lebih dari 4 Hari, Usaha Berjalan, dan Hilangnya Berat Badan),” tambah DR. dr. Rachmat Latief, Sp.PD, KPTI.

Senada dengan dr. Rachmat Latief, dr. Yoana Periskila, MKK, selaku ketua gugus Covid-19 Primaya Hospital Bekasi Barat mengungkapkan jika pemberian vaksin Covid-19 saat puasa, tidak mengganggu imun tubuh. Dengan kata lain, vaksinasi Covid-19 pada saat bulan puasa akan tetap memiliki kekebalan tubuh yang sama jika dibandingkan dengan seseorang yang divaksin ketika tidak berpuasa.

“Puasa hanya menggeser waktu makan dan aktivitas yang dilakukan tetap sama. Justru banyak yang berpuasa lebih sehat dibanding saat tidak puasa karena jam makan ketika berpuasa lebih teratur,” ujar dr. Yoana Periskila, MKK.



Baca Juga : Tips Atasi Gangguan Tidur selama Berpuasa

Terakhir, dari keterangan dr. Kathi Swaputri Kancana, Sp.PD, spesialis penyakit dalam Primaya Hospital Bekasi Utara, justru vaksinasi Covid-19 saat sedang puasa malah disarankan. Hal ini dikarenakan berhubungan dengan kinerja respon imun yang meningkat saat seseorang berpuasa.

“Menurut pakar ahli kepala laboratorium Universitas Fakeeh, Dubai, Dr Paalat Menon, selama berpuasa, respon imun tubuh jutsru akan meningkat 2 kali lipat dikarenakan setelah 12 jam pasca puasa, makrofag pada sistem imun akan bekerja lebih cepat untuk membersihkan sel-sel mati dalam tubuh. Proses ini disebut autofagi, sistem imun tubuh menjadi lebih sensitif. Inilah kenapa juga, puasa sangat baik untuk orang dengan diabetes, tuberculosis, dan penyakit metabolik lainnya,” pungkas dr. Kathi Swaputri Kancana, Sp.PD.
(wur)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top