Lebih dari 70 Ribu Dosis Vaksin Sinoparm Disuntikkan lewat Vaksinasi Gotong Royong

Kamis, 27 Mei 2021 - 20:27 WIB
loading...
Lebih dari 70 Ribu Dosis...
Vaksinasi Gotong Royong sejauh ini mengandalkan vaksin Sinopharm. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Vaksinasi Gotong Royong sejauh ini mengandalkan vaksin Sinopharm . Pelaksanaannya pun sudah dilakukan sejak 18 Mei lalu, dan disaksikan langsung Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Dicibir karena Sering Berjoget, Suami Siti Badriah: Memang Kenapa kalau Istri Saya Sukanya Joget?

Vaksinasi Gotong Royong diperuntukkan bagi karyawan dan buruh perusahaan. Artinya, karyawan dan buruh serta keluarga intinya bisa mendapatkan vaksin Covid-19 secara gratis asalkan perusahaan tempatnya bekerja memfasilitasi. Program ini adalah buah kerja sama antara pemerintah dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

"Sampai saat ini, sudah lebih dari 70 ribu dosis vaksin Sinoparm didistribusikan ke perusahaan terdaftar," kata Ganti Winarno, Sekretaris Perusahaan Kimia Farma dalam Dialog Produktif bertema 'Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong' yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (27/5).

Harapannya, sambung Ganti, vaksinasi Gotong Royong ini mampu mempercepat timbulnya herd immunity bagi 181,5 juta warga Indonesia. Dengan begitu, pandemi Covid-19 dapat teratasi.

Kimia Farma sendiri belum lama ini telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan produsen vaksin Sinopharm untuk impor vaksin dengan komitmen 7,5 juta dosis. "Ya, kedatangan tersebut nantinya akan bertahap," tambahnya.

Distribusi vaksin Gotong Royong sendiri dialokasikan dengan menyesuaikan ketersediaan vaksin saat ini. Kimia Farma pun terus mempersiapkan diri menyukseskan vaksinasi Gotong Royong ini baik dari sisi kesiapan rantai dingin di seluruh Indonesia juga sarana dan prasarananya, termasuk sumber daya manusia (SDM) kesehatan untuk implementasi vaksinasi Gotong Royong.

"Pada prinsipnya, Kimia Farma siap membantu pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi Gotong Royong. Untuk pendataan karyawan, semua sudah masuk dalam sistem pendataan satu data vaksin Covid-19 dan KADIN, sehingga nantinya bisa dilaksanakan vaksinasi," terang Ganti.

Dia menambahkan, dari sisi fasyankes, Kimia Farma terus memperbaiki kualitas pelayanan agar perusahaan yang memanfaatkan fasilitas ini nyaman dan mendapatan pelayanan terbaik. Sampai sekarang, tercatat sudah ada 10 juta orang karyawan beserta keluarga intinya telah terdaftar melalui KADIN.

Salah satu perusahaan yang ikut terlibat dalam program vaksinasi Gotong Royong adalah Grup Astra. Perusahaan ini sudah mulai memvaksin 10 ribu karyawannya sejak 18 Mei.

Pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong di Grup Astra sendiri pun terbilang lancar. Diterangkan Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 Grup Astra, Aloysius Budi Santoso, sampai sekarang belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius. "Sejauh ini pengalaman vaksinasi Gotong Royong aman," ungkapnya.

Perlu diketahui, Ganti Winarno menjelaskan bahwa baik program vaksinasi pemerintah maupun vaksinasi Gotong Royong menggunakan vaksin yang memiliki barcode pada kemasannya. Artinya, produk vaksin yang dipakai dapat dilacak pendistribusian dan peruntukannya.

Baca juga: Singapura Setujui Tes Covid-19 lewat Napas, Nunggu Hasilnya Cuma Semenit

"Data tersebut nantinya terekam dalam sistem satu data sehingga memudahkan monitoring dan evaluasi, sehingga vaksin yang ada sekarang terhindar dari penyalahgunaan," tambah Ganti.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vaksin Covid-19 Berbayar...
Vaksin Covid-19 Berbayar Ratusan Ribu Tahun Depan, Menkes Imbau Vaksinasi Sekarang Mumpung Gratis
Vaksin Booster Covid-19...
Vaksin Booster Covid-19 Tak Harus Sama dengan yang Primer, Begini Aturan Kombinasinya
Masyarakat Diimbau Lengkapi...
Masyarakat Diimbau Lengkapi Dosis Vaksin meski Sudah Miliki Antibodi Covid-19
Gandeng Privy, Kemenparekraf...
Gandeng Privy, Kemenparekraf Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua
Tak Perlu Ragu, Ini...
Tak Perlu Ragu, Ini 6 Alasan Kenapa Perlu Divaksin Covid-19 Booster Kedua
Ini Alasan Ahli Kesehatan...
Ini Alasan Ahli Kesehatan Desak Kemenkes Segera Izinkan Booster Kedua untuk Umum
Inisiatif Inklusif untuk...
Inisiatif Inklusif untuk Mengembangkan Akses Layanan Kesehatan di Sulawesi Selatan
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Dinkes DKI Jakarta Tambah Lokasi Vaksinasi
Rekomendasi
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Berita Terkini
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved