Jelang Dimulai Sekolah Tatap Muka, Ini Saran Para Ahli Kesehatan

loading...
Jelang Dimulai Sekolah Tatap Muka, Ini Saran Para Ahli Kesehatan
Kesehatan siswa harus menjadi prioritas saat sekolah tatap muka. Foto/Istimewa
JAKARTA - Sekolah tatap muka dijadwalkan dimulai pada Juli mendatang, tepat pada ajaran baru 2021/2022. Kebijakan ini membuat para ahli kesehatanmemberikan saran.

Salah satunya datang dari Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Menaldi Rasmin yang menilai bahwa tren kasus varian baru Covid-19 harus menjadi perhatian utama semua pihak.

"Saat ini kita masih belum tahu berapa besar kejadian mutasi varian baru Covid-19. Jadi, menurut saya ini hal yang patut dipertimbangkan kalau kita mau tatap muka," kata Prof Menaldi dalam webinar Kesehatan, beberapa waktu lalu.

Ia coba membandingkan kondisi tatap muka perkantoran dengan sekolah yang sangat berbeda. Pada tatap muka perkantoran, baginya orang dewasa bisa diatur.



Baca Juga : Waspada! Virus Corona Bisa Bertahan di Penis Sebabkan Impotensi

"Nah, kalau anak sekolah yang notabene masih anak-anak dan remaja, jiwa mereka masih ingin bermain. Ini harus diperhatikan betul-betul," jelas Prof Menaldi.

Sampai saat ini, kasus anak pada kejadian Covid-19 memang tak begitu banyak terdengar, kalau si anak tak memiliki komorbid. Padahal, banyak kasus orang dewasa terpapar Covid-19 karena virusnya dibawa oleh anak-anak.

"Jadi, anak-anak memang terkesan tak banyak yang sakit, tapi mereka membawa virus, sehingga jika ingin sekolah tatap muka, harus dengan peraturan yang sangat ketat mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi," saran Prof Menaldi.

Jika pilihan daring masih memungkinkan untuk dilakukan, sambung Prof Menaldi, maka lakukan sekolah daring dulu saja. "Selama peta virusnya belum jelas, ada baiknya sekolah daring saja jika memungkinkan," sambung Prof Menaldi.

Baca Juga : Peneliti Temukan Pare Bisa Bantu Obati Penyakit Kanker

Sejalan dengan Prof Menaldi, Ahli Kesehatan Prof Ari Fahrial Syam memiliki pandangan yang tak jauh berbeda. Namun, ada sedikit tambahan yang menurutnya penting juga sebagai upaya pencegahan penyebaran virus di antara murid dan guru, serta pihak lain yang akan terlibat dalam sekolah tatap muka.

"Adalah vaksinasi. Ya, ada baiknya sebelum sekolah tatap muka berlangsung, semua guru sudah divaksinasi Covid-19. Sebab, tak bisa dipungkiri penurunan kasus yang terjadi belakangan ini pun ada peran vaksinasi di dalamnya. Bahkan, nantinya anak-anak pun bisa divaksin dan ini akan semakin kuat melawan Covid-19," tambah Prof Ari.
(dra)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top