Mimpi Besar Menkes Budi Gunadi: Indonesia Lebih Banyak Produksi Obat dan Alkes Mandiri
Selasa, 15 Juni 2021 - 17:05 WIB
loading...
Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan, sampai saat ini produk dalam negeri alat kesehatan hanya 12 persen, sisanya impor. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin punya mimpi cukup besar untuk Indonesia bisa memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan sendiri, ketimbang impor dari luar negeri.
Baca juga: Dikasih Al-Quran saat di Penjara, Tio Pakusadewo Mulai Mengaji
Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan , sampai saat ini produk dalam negeri alat kesehatan hanya 12 persen, sisanya impor. Dari 496 jenis alkes yang ditransaksikan dalam e-katalog tahun 2019-2020, 152 jenis alkes sudah mampu diproduksi dalam negeri, sisanya impor.
Dan soal obat-obatan, dari 1809 item obat yang ditransaksikan dalam e-katalog, hanya 56 item obat yang belum diproduksi dalam negeri. Mirisnya lagi, dari 10 molekul obat yang tinggi penggunaannya di Indonesia, hanya 2 yang bahan bakunya diproduksi dalam negeri.
Bukan tak mampu membuat sendiri, menurut Budi salah satu alasan masalah ini ada di kepastian pembelian produk.
"Perusahaan di bawah Pak Agus (Menteri Perindustrian) itu kesulitan, karena begitu dibangun (industrinya) kepastian pembeliannya enggak ada. Untuk membangun industri dalam negeri, perlu ada kepastian yang beli siapa dan berapa banyak, karena kasihan teman-teman perindustrian, ketika mereka ramai memanggil investor, enggak ada yang beli," terang Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/6/2021).
Padahal, di masa pandemi seperti sekarang ini, penting bagi suatu negara untuk bisa mandiri dalam memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan dalam negeri karena menjadi barang yang sangat esensial dalam penanganan masalah.
Baca juga: Dikasih Al-Quran saat di Penjara, Tio Pakusadewo Mulai Mengaji
Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan , sampai saat ini produk dalam negeri alat kesehatan hanya 12 persen, sisanya impor. Dari 496 jenis alkes yang ditransaksikan dalam e-katalog tahun 2019-2020, 152 jenis alkes sudah mampu diproduksi dalam negeri, sisanya impor.
Dan soal obat-obatan, dari 1809 item obat yang ditransaksikan dalam e-katalog, hanya 56 item obat yang belum diproduksi dalam negeri. Mirisnya lagi, dari 10 molekul obat yang tinggi penggunaannya di Indonesia, hanya 2 yang bahan bakunya diproduksi dalam negeri.
Bukan tak mampu membuat sendiri, menurut Budi salah satu alasan masalah ini ada di kepastian pembelian produk.
"Perusahaan di bawah Pak Agus (Menteri Perindustrian) itu kesulitan, karena begitu dibangun (industrinya) kepastian pembeliannya enggak ada. Untuk membangun industri dalam negeri, perlu ada kepastian yang beli siapa dan berapa banyak, karena kasihan teman-teman perindustrian, ketika mereka ramai memanggil investor, enggak ada yang beli," terang Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/6/2021).
Padahal, di masa pandemi seperti sekarang ini, penting bagi suatu negara untuk bisa mandiri dalam memproduksi obat-obatan dan alat kesehatan dalam negeri karena menjadi barang yang sangat esensial dalam penanganan masalah.
Lihat Juga :