Kenapa Wanita yang Pernah Hamil Tak Bisa Donor Plasma Konvalesen?
Senin, 05 Juli 2021 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
8. Bersedia menandatangani informed consent (persetujuan donor).
Pada poin enam jelas sekali dikatakan bahwa perempuan yang pernah hamil tidak disarankan mendonorkan plasma konvalesen. Apa alasannya?
Menurut laporan studi berjudul 'Human Leucocyte Antigen Sensitisation and Its Impact on Transfusion Practice' yang dipublikasi di Karger, darah dari wanita hamil atau pernah hamil mengandung senyawa yang disebut 'human leucocyte antigen' (HLA). Nah, antibodi HLA ini diketahui dapat menyebabkan efek serius pada pasien yang menerima darah wanita yang pernah hamil.
"Dalam keadaan tertentu, antibodi HLA dari pendonor yang pernah hamil dapat memicu granulosit pasien untuk melepaskan mediator yang menyebabkan transfusion-associated lung injury (TRALI) dan ini dikategorikan sebagai komplikasi serius dari transfusi," kata laporan tersebut.
Baca Juga: Teknik Proning Lagi Viral, Cara Alternatif Atasi Turunnya Saturasi Oksigen
Jadi, antibodi HLA yang ada pada wanita pernah hamil dapat menghancurkan trombosit yang tidak kompatibel dan dapat menyebabkan refrakter terhadap transfusi trombosit. Identifikasi spesifisitas antibodi HLA pasien diperlukan untuk mengeluarkan trombosit yang kompatibel untuk mengatasi refrakter.
"Banyak teknik untuk deteksi dan identifikasi antibodi HLA telah dikembangkan, termasuk uji sitotoksisitas yang bergantung pada komplemen, uji berbasis manik, uji imunofluoresensi adhesi trombosit, dan uji imobilisasi spesifik antibodi monoklonal dari uji antigen trombosit," saran peneliti.
Pada poin enam jelas sekali dikatakan bahwa perempuan yang pernah hamil tidak disarankan mendonorkan plasma konvalesen. Apa alasannya?
Menurut laporan studi berjudul 'Human Leucocyte Antigen Sensitisation and Its Impact on Transfusion Practice' yang dipublikasi di Karger, darah dari wanita hamil atau pernah hamil mengandung senyawa yang disebut 'human leucocyte antigen' (HLA). Nah, antibodi HLA ini diketahui dapat menyebabkan efek serius pada pasien yang menerima darah wanita yang pernah hamil.
"Dalam keadaan tertentu, antibodi HLA dari pendonor yang pernah hamil dapat memicu granulosit pasien untuk melepaskan mediator yang menyebabkan transfusion-associated lung injury (TRALI) dan ini dikategorikan sebagai komplikasi serius dari transfusi," kata laporan tersebut.
Baca Juga: Teknik Proning Lagi Viral, Cara Alternatif Atasi Turunnya Saturasi Oksigen
Jadi, antibodi HLA yang ada pada wanita pernah hamil dapat menghancurkan trombosit yang tidak kompatibel dan dapat menyebabkan refrakter terhadap transfusi trombosit. Identifikasi spesifisitas antibodi HLA pasien diperlukan untuk mengeluarkan trombosit yang kompatibel untuk mengatasi refrakter.
"Banyak teknik untuk deteksi dan identifikasi antibodi HLA telah dikembangkan, termasuk uji sitotoksisitas yang bergantung pada komplemen, uji berbasis manik, uji imunofluoresensi adhesi trombosit, dan uji imobilisasi spesifik antibodi monoklonal dari uji antigen trombosit," saran peneliti.
(tsa)
Lihat Juga :