Orang yang Terinfeksi Varian Delta Menularkan 2 Hari Sebelum Gejala Muncul
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika vaksin Covid-19 pertama kali tersedia menunjukkan kemampuan luar biasa untuk mencegah penerima tertular segala bentuk Covid-19, yang sebagian besar menghilangkan paparan asimtomatik dan presimptomatik yang divaksinasi dari persamaan,” jelas Ammon.
“Namun, varian Delta telah mengembangkan kemampuan dalam beberapa kasus untuk sebagian menghindari kekebalan yang diberikan oleh vaksinasi, yang berarti ada lebih banyak terobosan infeksi pada individu yang divaksinasi dari varian Delta daripada yang terlihat dari versi virus sebelumnya,” lanjutnya.
Tapi itu tidak semua berita buruk. Studi terbaru menunjukkan pentingnya mendapatkan vaksin Covid-19 baik untuk kesehatan pribadi maupun penularan terbatas.
Baca Juga: Tanda Serangan Jantung pada Rambut yang Kerap Diabaikan
“Dua penelitian sekarang menunjukkan bahwa RNA virus menurun lebih cepat pada orang yang divaksinasi daripada orang yang tidak divaksinasi, menunjukkan bahwa mereka cenderung tidak menularkan virus ke orang lain," ujar Dr. Jason Gallagher, ahli penyakit menular dan spesialis farmasi klinis penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Temple di Philadelphia.
“Namun, varian Delta telah mengembangkan kemampuan dalam beberapa kasus untuk sebagian menghindari kekebalan yang diberikan oleh vaksinasi, yang berarti ada lebih banyak terobosan infeksi pada individu yang divaksinasi dari varian Delta daripada yang terlihat dari versi virus sebelumnya,” lanjutnya.
Tapi itu tidak semua berita buruk. Studi terbaru menunjukkan pentingnya mendapatkan vaksin Covid-19 baik untuk kesehatan pribadi maupun penularan terbatas.
Baca Juga: Tanda Serangan Jantung pada Rambut yang Kerap Diabaikan
“Dua penelitian sekarang menunjukkan bahwa RNA virus menurun lebih cepat pada orang yang divaksinasi daripada orang yang tidak divaksinasi, menunjukkan bahwa mereka cenderung tidak menularkan virus ke orang lain," ujar Dr. Jason Gallagher, ahli penyakit menular dan spesialis farmasi klinis penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Temple di Philadelphia.
(dra)
Lihat Juga :