Frekuensi Makan Mie Instan untuk Kesehatan, Penting Disimak
Kamis, 02 September 2021 - 11:04 WIB
loading...
A
A
A
"Meski harganya terjangkau dan rasanya yang kebanyakan menggoyang lidah, tidak disarankan seseorang mengonsumsi mie instan setiap hari karena memiliki sejumlah konsekuensi yang sangat serius bagi kesehatan Anda," terang Jennifer. Mie instant bisa dikonsumsi seminggu sekali saja.
Ini berkaitan dengan tingginya kadar sodium dalam mie instan. Menurut Jennifer, dalam satu porsi mie instan, kandungan sodiumnya antara 397 hingga 3678mg per 100mg mie instan.
"Memang benar bahwa tubuh manusia tetap membutuhkan sodium untuk keseimbangan kesehatan, tetapi jika kadarnya terlalu tinggi, ini malah berbahaya bagi kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang bisa terjadi adalah kanker perut, masalah jantung, dan stroke," paparnya.
Baca Juga: Penggemar Mie Instan Ngakak, Mangkuk di Kemasan Indomie Kosong Jelang Puasa
Kemudian, seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa mie instan itu rendah sekali kadar serat dan proteinnya dan karena itu, panganan yang satu ini perlu disikapi dengan bijak pemanfaatannya.
"Karena itu, jangan jadikan mie instan sebagai makanan pokok atau bisa dikatakan dikonsumsi setiap hari. Ini terbukti meningkatkan risiko sindrom metabolik," ungkap Rachel Links, seorang ahli nutrisi berbasis di New York, Amerika Serikat, disadur dari Healthline.
Untuk itu, Links menyarankan sekali lagi agar sebisa mungkin kurangi frekuensi makan mie instan dan mulai beralih ke menu yang lebih sehat. "Atau bisa juga mengonsumsi mie yang lebih sehat dan menambahkan sayuran dan sumber protein ke dalam mangkuk mie instan-nya," sarannya.
"Sesekali makan mie instan tidak masalah, selama Anda menjaga pola makan yang lain dengan baik dan seimbang," tambah Links.
Ini berkaitan dengan tingginya kadar sodium dalam mie instan. Menurut Jennifer, dalam satu porsi mie instan, kandungan sodiumnya antara 397 hingga 3678mg per 100mg mie instan.
"Memang benar bahwa tubuh manusia tetap membutuhkan sodium untuk keseimbangan kesehatan, tetapi jika kadarnya terlalu tinggi, ini malah berbahaya bagi kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang bisa terjadi adalah kanker perut, masalah jantung, dan stroke," paparnya.
Baca Juga: Penggemar Mie Instan Ngakak, Mangkuk di Kemasan Indomie Kosong Jelang Puasa
Kemudian, seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa mie instan itu rendah sekali kadar serat dan proteinnya dan karena itu, panganan yang satu ini perlu disikapi dengan bijak pemanfaatannya.
"Karena itu, jangan jadikan mie instan sebagai makanan pokok atau bisa dikatakan dikonsumsi setiap hari. Ini terbukti meningkatkan risiko sindrom metabolik," ungkap Rachel Links, seorang ahli nutrisi berbasis di New York, Amerika Serikat, disadur dari Healthline.
Untuk itu, Links menyarankan sekali lagi agar sebisa mungkin kurangi frekuensi makan mie instan dan mulai beralih ke menu yang lebih sehat. "Atau bisa juga mengonsumsi mie yang lebih sehat dan menambahkan sayuran dan sumber protein ke dalam mangkuk mie instan-nya," sarannya.
"Sesekali makan mie instan tidak masalah, selama Anda menjaga pola makan yang lain dengan baik dan seimbang," tambah Links.
(hri)
Lihat Juga :