Peran Orang Tua Memproteksi Anak dari Konten Negatif

loading...
Peran Orang Tua Memproteksi Anak dari Konten Negatif
Pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air selama hampir 2 tahun ini meningkatkan penggunaan internet di Indonesia. / Foto: ilustrasi/ist
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air selama hampir 2 tahun ini meningkatkan penggunaan internet di Indonesia. Melalui data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diketahui, dari 80-100 juta pengguna internet terdapat 10 persen pengguna di bawah 15 tahun.

Baca juga: Kemenkes: CT Value Tidak Bisa Dijadikan Dasar Penentu Varian Virus Corona

Guna mendukung pemerintah dalam mendorong perlindungan anak dari konten internet negatif yang masih banyak, digelar kegiatan online bertajuk "Lindungi Anak Anda dari Kecanduan Internet & Konten Negatif di Luar sana" pada Sabtu (11/9/2021).

Dalam acara yang dimoderatori Cynthia Rompas ini, pembicara menekankan tentang masalah berat yang terkait dengan kecanduan gadget dan akses konten yang tidak diinginkan anak-anak dan peranan orang tua untuk menyelesaikannya.



"Anak-anak saya selalu menggunakan tab. Ketika saya bertanya apa yang dia lakukan, dia marah dan terkadang bersikap kasar," kata Founder Mamalyfe.id, Rensia Sanvira saat berbagi pengalaman tentang anaknya sering menggunakan tab.

Pada saat yang sama, Co-founder dan CFO Prasetia Dwidharma Group, Ardi Setiadharma mengatakan, sebagai seorang ayah yang mempunyai anak, ada kekhawatiran terhadap konten-konten negatif.

"Ini adalah solusi tepat bagi orang tua Indonesia untuk membatasi kecanduan gadget dan akses konten buruk. Juga, untuk menghentikan serangan online yang meningkat drastis belakangan ini," tuturnya.

"Saat ini yang saya lakukan adalah membatasi akses-akses sesuai dengan kebutuhan anak-anak," imbuhnya.

Terkait pembatasan internet, Ardi mengatakan, ke depannya aktivitas dilakukan serba mobile dengan jaringan 5G, sehingga internet sudah menjadi kebutuhan bahkan menjadi yang utama.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top