Kelamaan Tatap Gadget karena WFH? Awas Terkena Computer Vision Syndrome!

loading...
Kelamaan Tatap Gadget karena WFH? Awas Terkena Computer Vision Syndrome!
Salah satu aktivitas WFH yang mesti dijalani adalah menatap layar komputer, laptop, atau ponsel dalam durasi yang panjang. Foto Ilustrasi/iStock
JAKARTA - Kerja dari rumah atau WFH sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang di masa pandemi Covid-19 ini. Beberapa bahkan merasa lebih enak dan nyaman kerja WFH daripada pergi ke kantor.

Salah satu aktivitas WFH yang mesti dijalani adalah menatap layar komputer, laptop, atau ponsel dalam durasi yang panjang. Kegiatan ini tentu memberi dampak yang kurang baik pada mata.

Baca Juga: Ini Larangan dan Anjuran usai Anda Lakukan Vaksinasi Covid-19

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dr M. Sidik, Sp.M (K), bekerja dengan komputer berlama-lama berpotensi mengakibatkan kondisi masalah yang disebut dengan Computer Vision Syndrome.



"Computer Vision Syndrome ini dapat dikenali dari gejala-gejala seperti mata merah, berair, gatal, kadang-kadang sampai sakit kepala. Ini akibat bekerja terlalu lama dengan jarak yang sama di depan komputer," katanya dalam konferensi pers virtual, dikutip dari Sehatnegeriku Kemenkes, Kamis (14/10/2021).

Dokter Sidik melanjutkan, pada dasarnya Computer Vision Syndrome adalah gejala kelelahan pada mata. Jadi, ketika mata dibuat terlalu lama melihat layar komputer berjam-jam, itu membuat kekakuan pada otot mata, sehingga saat melihat ke arah jauh, obyek jadi terlihat ganda atau buram.

"Namun, efek tersebut hanya terjadi sesaat dan akan menjadi bahaya jika terbiasa seperti itu," tambahnya.

Baca Juga: 4 Manfaat Kesehatan Konsumsi Jinten Hitam secara Rutin

Nah, untuk mencegah hal tersebut, dr. Sidik menyarankan agar kita menggunakan komputer maksimal selama 2 jam, kemudian istirahat 10 menit sampai 25 menit.

"Istirahat di sini artinya berhenti dari melihat layar komputer maupun gawai, ya. Bukan berarti istirahat dari layar komputer tapi tetap melihat gawai," terang dr. Sidik.
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top