Kebiasaan yang Bisa Memperpanjang Umur hingga 50 Persen
Selasa, 16 November 2021 - 21:05 WIB
loading...
Ada kebiasaan yang dapat memperpanjang umur hingga 50 persen. Menariknya, kebiasaan ini bukanlah olahraga atau diet dan penelitian menyebut tak boleh diabaikan. Foto/Express.
A
A
A
JAKARTA - Ada kebiasaan yang dapat memperpanjang umur hingga 50 persen. Menariknya, kebiasaan ini bukanlah olahraga atau diet . Bahkan penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut tidak boleh diabaikan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine membuat kasus yang kuat untuk membina hubungan sosial. Kualitas dan kuantitas hubungan sosial individu telah dikaitkan dengan kesehatan mental tetapi juga penyakit kronis dan kematian.
Dilansir dari Express, Selasa (16/11/2021) untuk menilai dampak hubungan sosial terhadap kelangsungan hidup, para peneliti melakukan tinjauan meta-analitis.
Secara khusus, para peneliti berusaha untuk menentukan sejauh mana hubungan sosial mempengaruhi risiko kematian, aspek hubungan sosial mana yang paling dapat diprediksi, dan faktor mana yang dapat memoderasi risiko.
Data diekstraksi pada beberapa karakteristik peserta, termasuk penyebab kematian, status kesehatan awal, dan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, serta pada karakteristik studi, termasuk lama masa tindak lanjut dan jenis penilaian hubungan sosial.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Menggila di Eropa, Waspadai Munculnya Gelombang Ketiga di Indonesia
Berdasarkan 148 penelitian, para peneliti menempatkan kemungkinan 50 persen peningkatan kelangsungan hidup bagi peserta dengan hubungan sosial yang lebih kuat. Temuan ini tetap konsisten di seluruh usia, jenis kelamin, status kesehatan awal, penyebab kematian, dan periode tindak lanjut.
Perbedaan signifikan ditemukan di seluruh jenis dinamika sosial yang dievaluasi. Misalnya, asosiasi paling kuat untuk ukuran kompleks integrasi sosial. Sebaliknya, hasilnya paling buruk bagi mereka yang hidup sendiri. Hasil penelitian ini tidak sepenuhnya mengejutkan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine membuat kasus yang kuat untuk membina hubungan sosial. Kualitas dan kuantitas hubungan sosial individu telah dikaitkan dengan kesehatan mental tetapi juga penyakit kronis dan kematian.
Dilansir dari Express, Selasa (16/11/2021) untuk menilai dampak hubungan sosial terhadap kelangsungan hidup, para peneliti melakukan tinjauan meta-analitis.
Secara khusus, para peneliti berusaha untuk menentukan sejauh mana hubungan sosial mempengaruhi risiko kematian, aspek hubungan sosial mana yang paling dapat diprediksi, dan faktor mana yang dapat memoderasi risiko.
Data diekstraksi pada beberapa karakteristik peserta, termasuk penyebab kematian, status kesehatan awal, dan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, serta pada karakteristik studi, termasuk lama masa tindak lanjut dan jenis penilaian hubungan sosial.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Menggila di Eropa, Waspadai Munculnya Gelombang Ketiga di Indonesia
Berdasarkan 148 penelitian, para peneliti menempatkan kemungkinan 50 persen peningkatan kelangsungan hidup bagi peserta dengan hubungan sosial yang lebih kuat. Temuan ini tetap konsisten di seluruh usia, jenis kelamin, status kesehatan awal, penyebab kematian, dan periode tindak lanjut.
Perbedaan signifikan ditemukan di seluruh jenis dinamika sosial yang dievaluasi. Misalnya, asosiasi paling kuat untuk ukuran kompleks integrasi sosial. Sebaliknya, hasilnya paling buruk bagi mereka yang hidup sendiri. Hasil penelitian ini tidak sepenuhnya mengejutkan.
Lihat Juga :