Ketua KPI: Literasi Media Jadikan Masyarakat di Perbatasan Dapat Hak Akses ke Berbagai Media
Rabu, 17 November 2021 - 13:53 WIB
loading...
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Agung Suprio dalam konferensi pers Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa Sorong, Papua Barat, secara virtual pada Rabu (17/11/2021). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio mengatakan, kehadiran KPI di tengah masyarakat, khususnya di Papua Barat, adalah untuk melakukan literasi media agar masyarakat yang berada di perbatasan dapat menyaksikan dan mendengarkan radio maupun televisi.
"Terkait dengan literasi, edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat di Papua barat itu dapat memilih atau memilah tontonan di televisi dengan baik. Ini luar biasa," ujarnya dalam konferensi pers Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) Sorong, Papua Barat, secara virtual pada Rabu (17/11/2021).
Baca Juga: KPI Ingatkan Pentingnya Peningkatan Literasi Media di Tengah Masyarakat
Agung melanjutkan, ditambah dengan adanya media baru seperti internet dan media sosial, harus diimbangi dengan kapasitas literasi media yang kuat.
Pada media-media baru tersebut, kata Agung, terdapat banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh masyarakat. Akan tetapi, di sisi lain, juga kerap tersebar berita hoax.
"Dan yang progresif tadi tentang media baru, di mana media yang belum diatur secara komprehensif. Ini luar biasa. Betapa banyak manfaat media baru, tapi juga ada sisi negatifnya. Hoax karena timbul dari media sosial," tuturnya.
Agung menuturkan, literasi media ini merupakan salah satu program prioritas dari KPI. Papua Barat menjadi tempat terakhir di 2021 untuk KPI menyampaikan terkait literasi media.
"Terkait dengan literasi, edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat di Papua barat itu dapat memilih atau memilah tontonan di televisi dengan baik. Ini luar biasa," ujarnya dalam konferensi pers Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) Sorong, Papua Barat, secara virtual pada Rabu (17/11/2021).
Baca Juga: KPI Ingatkan Pentingnya Peningkatan Literasi Media di Tengah Masyarakat
Agung melanjutkan, ditambah dengan adanya media baru seperti internet dan media sosial, harus diimbangi dengan kapasitas literasi media yang kuat.
Pada media-media baru tersebut, kata Agung, terdapat banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh masyarakat. Akan tetapi, di sisi lain, juga kerap tersebar berita hoax.
"Dan yang progresif tadi tentang media baru, di mana media yang belum diatur secara komprehensif. Ini luar biasa. Betapa banyak manfaat media baru, tapi juga ada sisi negatifnya. Hoax karena timbul dari media sosial," tuturnya.
Agung menuturkan, literasi media ini merupakan salah satu program prioritas dari KPI. Papua Barat menjadi tempat terakhir di 2021 untuk KPI menyampaikan terkait literasi media.
Lihat Juga :