Pentingnya Imbangi Minat Masyarakat terhadap Frozen Food dengan Kehigienisan Produk
Rabu, 23 Maret 2022 - 17:25 WIB
loading...
Produk frozen food dan daging olahan semakin diminati, terutama sejak diberlakukannya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) untuk pertama kali beberapa waktu lalu. Foto/Dok. Kimbo
A
A
A
JAKARTA - Produk frozen food dan daging olahan semakin diminati, terutama sejak diberlakukannya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) untuk pertama kali beberapa waktu lalu.
Menurut data dari Euromonitor Internasional pada Desember 2020, pertumbuhan volume produk daging olahan 2021-2025 diprediksi mencapai 8%. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pemain dan pebisnis baru di bidang kuliner yang bermain di ranah frozen food.
Lucky Andreono, juara 1 MasterChef Indonesia season 1, misalnya. Dia memberanikan diri membuka usaha kuliner di tengah pandemi, dengan membuat smoked chicken yang dibekukan (frozen) agar lebih mudah dipasarkan.
Lalu, ada kakak beradik Ruben dan Jordi Onsu yang juga sudah melebarkan sayap ke bisnis frozen food untuk memperkuat lini bisnis kuliner mereka yang berbasis daging ayam.
Kimbo juga termasuk pelaku bisnis frozen food yang sudah cukup lama eksis. Mengetahui minat masyarakat terhadap frozen food yang semakin tinggi, disarankan agar produk yang dihasilkan juga diimbangi dengan perhatian terhadap kehigienisannya.
“Minat masyarakat yang meningkat sebaiknya diiringi dengan perhatian terhadap kehigienisan produk tersebut. Di Kimbo, kami telah menerapkan sistem manajemen Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) ISO 22000:2005 sejak awal," kata Dewi Rusli, Chief Operational Officer PT Madusari Nusaperdana dalam keterangan tertulis, Rabu (23/3/2022).
"Dengan sistem ini, produk-produk Kimbo ditangani melalui analisis dan pengendalian bahaya biologis, kimia, serta fisik dari produksi bahan baku, pengadaan dan penanganan, hingga pembuatan, distribusi, dan konsumsi produk jadi. Selain itu semua produk kami sudah pasti mengantongi sertifikat halal MUI dan izin BPOM,” tambahnya.
Menurut data dari Euromonitor Internasional pada Desember 2020, pertumbuhan volume produk daging olahan 2021-2025 diprediksi mencapai 8%. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pemain dan pebisnis baru di bidang kuliner yang bermain di ranah frozen food.
Lucky Andreono, juara 1 MasterChef Indonesia season 1, misalnya. Dia memberanikan diri membuka usaha kuliner di tengah pandemi, dengan membuat smoked chicken yang dibekukan (frozen) agar lebih mudah dipasarkan.
Lalu, ada kakak beradik Ruben dan Jordi Onsu yang juga sudah melebarkan sayap ke bisnis frozen food untuk memperkuat lini bisnis kuliner mereka yang berbasis daging ayam.
Kimbo juga termasuk pelaku bisnis frozen food yang sudah cukup lama eksis. Mengetahui minat masyarakat terhadap frozen food yang semakin tinggi, disarankan agar produk yang dihasilkan juga diimbangi dengan perhatian terhadap kehigienisannya.
“Minat masyarakat yang meningkat sebaiknya diiringi dengan perhatian terhadap kehigienisan produk tersebut. Di Kimbo, kami telah menerapkan sistem manajemen Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) ISO 22000:2005 sejak awal," kata Dewi Rusli, Chief Operational Officer PT Madusari Nusaperdana dalam keterangan tertulis, Rabu (23/3/2022).
"Dengan sistem ini, produk-produk Kimbo ditangani melalui analisis dan pengendalian bahaya biologis, kimia, serta fisik dari produksi bahan baku, pengadaan dan penanganan, hingga pembuatan, distribusi, dan konsumsi produk jadi. Selain itu semua produk kami sudah pasti mengantongi sertifikat halal MUI dan izin BPOM,” tambahnya.
Lihat Juga :