Rayakan Hari Film Nasional, Yayasan PPHUI Hadirkan Sederet Kegiatan

Rabu, 30 Maret 2022 - 00:46 WIB
loading...
Rayakan Hari Film Nasional, Yayasan PPHUI Hadirkan Sederet Kegiatan
Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) menghadirkan serangkaian kegiatan Hari Film Nasional (HFN) yang jatuh pada 30 Maret 2022 mendatang. Foto/Thomas Manggalla
A A A
JAKARTA - Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) menghadirkan serangkaian kegiatan Hari Film Nasional (HFN) yang jatuh pada 3 Maret 2022 mendatang.

Perayaan HFN yang diperingati setiap 30 Maret ini diambil dari syuting pertama film Darah dan Doa karya bapak perfilman Usmar Ismail pada 1950 silam.

Perayaan HFN tahun ini mengangkat tema Melalui Peringatan Hari Film Nasional Kita Ingin Menjadikan Film Indonesia sebagai pagar Budaya Bangsa dimeriahkan serangkaian kegiatan perfilman tanah air.

Tahun ini, HFN 2022 yang digelar panitia bersama organisasi yang berkantor di Gedung PPHUI menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan industri perfilman tanah air digelar selama 3 hari mulai 28-30 Maret 2022.

Baca Juga: Sudah Direstorasi, Film Tjoet Nya’ Dhien Tayang Kembali di Momen Hari Kebangkitan Nasional

Ketua Pelaksana HFN H Sonny Pudjisasono mengatakan bahwa pihaknya sengaja menghimpun semua organisasi perfilman yang ada.

"Agar gedung pusat perfilman ini benar benar menjadi aktivitas semua kwgiatan perfilman nasional, atau sebagai epicentrum kegiatan perfilman tanah air," ujar Sonny menjawab pertanyaan SINDOnews.con dalam jumpa pers rangkaian Hari Film Nasional (HFN) 2022 di gedung PPHUI, HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, kemarin.

Semua elemen organisasi perfilman baik yang berkantor di Gedung PPHUI seperti Yayasan PPHU, PPFI, PWI Seksi Film dan musik, Parfi, Sinematik, Senaki, KFT maupun di luar gedung PPHU, yakni LSF dan PFN semuanya sepakat untuk ingin menjadikan gedung ini sebagai pagar budaya terhadap perfilman tanah air.

Sonny menilai berbagai hal ikut berpengaruh dalam perkembangan industri film tanah air ditambah dengan kegiatan G20 dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya makanya juga digunakan sebagai identitas budaya agar tidak meredup atau hilang.

"Saya ingin menjadikan gedung perfiman menjaga marwah itu. Ini sejalan dengan apa yang kita perjuangankan selama3 tahun untuk gelar Bapak Perfilman Indonesia Usmar Ismail menjadi pahlwan Nasional pada 2021.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2199 seconds (10.177#12.26)