Penuhi Target Seluruh Wilayah Indonesia Miliki Layanan Jantung, Menkes Lakukan Ini

Kamis, 02 Juni 2022 - 13:20 WIB
loading...
Penuhi Target Seluruh...
Dengan tidak meratanya pelayanan jantung di seluruh Indonesia, membuat banyak pasien jantung tidak mendapatkan pelayanan yang optimal. / Foto: tangkapan layar Zoom Kemenkes
A A A
JAKARTA - Belum semua provinsi di Indonesia memiliki layanan kesehatan jantung. Ini berarti masih terdapat wilayah di negeri ini yang tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan jantung .

Di sisi lain, penyakit jantung merupakan penyakit teratas yang menelan korban jiwa dan juga membebani negara, baik pemerintah maupun swasta.

"Karena hal itu, Kemenkes menargetkan pada 2024 seluruh provinsi di Indonesia akan memiliki layanan jantung, baik yang dasar seperti pemasangan ring dengan kateter minim inflasi maupun bedan buka jantung," ungkap Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: 5 Obat Kolesterol Tinggi Alami yang Ampuh, Nomor 3 Banyak Ditanam di Halaman

Dengan tidak meratanya pelayanan jantung di seluruh Indonesia, lanjut Menkes, itu yang membuat banyak pasien jantung tidak mendapatkan pelayanan yang optimal. Beberapa dari pasien jantung bahkan dilaporkan meninggal dunia sebelum mendapatkan pertolongan.

"Kalau si pasien jantung itu di wilayah yang tidak punya pelayanan jantung, ya, kemungkinan besar akan wafat sebelum mendapat pertolongan. Ini masalah besar yang harus diselesaikan," ungkap Budi Gunadi.

Lalu, mengapa kondisi ini masih terjadi di Indonesia? Menurut Menkes Budi, masalah bukan di dana ataupun alat, karena sejatinya Indonesia punya uang untuk itu. Tapi, masalah utamanya adalah belum banyaknya dokter spesialis.

"Masalah ketersediaan alat itu bisa ditangani oleh kami 12 bulan. Tapi, kalau masalah ketersediaan dokter spesialisnya, ini PR besar. Tidak banyak dokter spesialis tersebar di Indonesia," kata dia.

Berdasar data yang dimilikinya, baru 28 dari 34 provinsi di Indonesia yang bisa memberikan layanan jantung secara lengkap. Sisanya, karena tidak ada dokter spesialisnya, alhasil sama sekali tidak ada pelayanan jantung di sana.

"Untuk itu, kami mempercepat program beasiswa agar produksi dokter spesialisnya bertambah dengan cepat," ucap Budi Gunadi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sendiri memberi standar jumlah dokter per penduduk itu 1:1.000. Artinya, 1 dokter melayani 1.000 orang, bahkan di negara maju 3-5 dokter untuk 1.000 orang.

"Nah, di Indonesia, dokter yang punya STR dan berpraktik itu ada 140 ribu, padahal kebutuhan kita itu 270 ribu dokter jika mengaku 1:1.000. Kekurangan 130 ribu itu setidaknya baru terpenuhi 10 tahun ke depan," bebernya.

Baca juga: Gary Iskak Kembali ke Rumah, Istri Luapkan Bahagia: Allah Tidak Tidur

"Untuk memperpendek waktu tersebut, kami buka program beasiswa ini dan kami prioritaskan memang untuk dokter-dokter yang mau ditempatkan di wilayah yang belum banyak tersedia dokter spesialis apalagi sub spesialisnya," pungkas Menkes Budi.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Menkes Ingatkan Bahaya...
Menkes Ingatkan Bahaya Cara Masak Daging Kambing yang Salah saat Iduladha
Daging Kambing Dituding...
Daging Kambing Dituding Picu Kolesterol dan Hipertensi, Ini Kata Menkes
Heboh Kabar Warga Singapura...
Heboh Kabar Warga Singapura Diduga Kena Hantavirus, Kemenkes Ungkap Hasil Tesnya
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Rekomendasi
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Berita Terkini
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved