Ajinomoto Indonesia Edukasi Calon Chef dan Pengusaha Kuliner untuk Kreasikan Produk Sehat namun Profitable
Rabu, 16 November 2022 - 05:05 WIB
loading...
PT Ajinomoto Indonesia melalui Horeka Departemen menggelar seminar bertema Modern Cooking di Poltekpar NHI Bandung belum lama ini. Foto/Istimewa
A
A
A
BANDUNG - PT Ajinomoto Indonesia melalui Horeka Department menggelar seminar bertema "Modern Cooking" di Poltekpar NHI Bandung belum lama ini. Seminar tersebut merupakan upaya Ajinomoto dalam mendukung calon chef dan pengusaha kuliner menciptakan aneka kreasi makanan lezat sekaligus sehat, namun tetap bisa menguntungkan.
Tak ketinggalan, seminar juga memberikan fakta informatif dan manfaat bumbu umami seperti monosodium glutamat (MSG).
Katarina Larasati, Product and Nutrition Manager, PR Department PT Ajinomoto Indonesia mengatakan, penyakit degeneratif seperti diabetes, jantung, dan hipertensi, penting untuk dicegah dengan memperhatikan anjuran dari Kementerian Kesehatan tentang pembatasan asupan gula, garam, dan lemak (GGL).
“Sebenarnya, jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi sekaligus ingin diet rendah garam, menggunakan bumbu umami seperti MSG adalah solusinya. Beberapa penelitian seperti yang dilakukan oleh Jeremia Halim et al (2020) menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” ungkap Katarina dalam seminar tersebut.
"Jadi, sebagai penentu tren kuliner di masa depan, para calon chef ini sebaiknya sudah mulai mempertimbangkan penerapan pembatasan gula, garam dan lemak untuk kuliner yang lebih aman bagi kesehatan dengan tetap mempertahankan unsur kelezatan dalam kreasi menu makanannya," tambah dia.
Katarina mengatakan, saat ini Ajinomoto sedang menggiatkan kampanye Bijak Garam yang memang sejalan dengan anjuran Kemenkes terkait pengurangan asupan GGL dalam konsumsi sehari-hari.
“Melalui kampanye Bijak Garam yang sedang digiatkan ini, Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi," ujar Katarina.
Tak ketinggalan, seminar juga memberikan fakta informatif dan manfaat bumbu umami seperti monosodium glutamat (MSG).
Katarina Larasati, Product and Nutrition Manager, PR Department PT Ajinomoto Indonesia mengatakan, penyakit degeneratif seperti diabetes, jantung, dan hipertensi, penting untuk dicegah dengan memperhatikan anjuran dari Kementerian Kesehatan tentang pembatasan asupan gula, garam, dan lemak (GGL).
“Sebenarnya, jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi sekaligus ingin diet rendah garam, menggunakan bumbu umami seperti MSG adalah solusinya. Beberapa penelitian seperti yang dilakukan oleh Jeremia Halim et al (2020) menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” ungkap Katarina dalam seminar tersebut.
"Jadi, sebagai penentu tren kuliner di masa depan, para calon chef ini sebaiknya sudah mulai mempertimbangkan penerapan pembatasan gula, garam dan lemak untuk kuliner yang lebih aman bagi kesehatan dengan tetap mempertahankan unsur kelezatan dalam kreasi menu makanannya," tambah dia.
Katarina mengatakan, saat ini Ajinomoto sedang menggiatkan kampanye Bijak Garam yang memang sejalan dengan anjuran Kemenkes terkait pengurangan asupan GGL dalam konsumsi sehari-hari.
“Melalui kampanye Bijak Garam yang sedang digiatkan ini, Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi," ujar Katarina.
Lihat Juga :