Epidemiolog UI Sarankan 2 Kelompok Ini Segera Booster Kedua, Siapa Aja?

Rabu, 23 November 2022 - 08:58 WIB
loading...
Epidemiolog UI Sarankan 2 Kelompok Ini Segera Booster Kedua, Siapa Aja?
Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) dr. Pandu Riono menyebut ada dua kelompok utama yang perlu mendapatkan booster kedua yakni Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Lanjut Usia (Lansia). Foto/Ilustrasi/dok.sindonews
A A A
JAKARTA - Vaksinasi merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanganan terhadap Covid-19. Untuk menambah sistem pertahanan tubuh (antibodi), Indonesia mempunyai empat dosis yaitu dosis primer (1 dan 2), booster 1 dan booster 2.

Sejauh ini pemberian vaksin untuk dosis primer dan booster 1 diberikan secara umum atau seluruh masyarakat Indonesia. Namun khusus booster 2, masih segmented atau dikhususkan terlebih dahulu, lantas siapa saja yang berhak mendapatkannya?.

Menurut Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) dr Pandu Riono, ada dua kelompok utama yang perlu mendapatkan booster kedua yakni Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Lanjut Usia (Lansia).

"Saya berpikir untuk booster 2, usul saya pertama nakes, kedua lansia. Merekalah yang penting mendapat karena nakes merupakan pihak terdepan dalam pelayanan kesehatan dan keduanya lanjut usia yang rentan (berisiko)," kata Epidemiolog UI, dr. Pandu dalam Seminar Publik Dukung Vaksinasi Booster, Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Vaksinasi Booster Kedua Butuh Cara Tak Biasa

dr. Pandu mengatakan bahwa pemberian booster bisa meningkatkan antibodi dua kali lipat dari sebelumnya yang masih mendapatkan dosis primer. Sehingga masyarakat, dihimbau untuk segera melakukan vaksinasi booster pertama.

Sebab, kata dia, fakta untuk efektivitas vaksin sudah terbukti berdasarkan ilmiah dengan jumlah peningkatan kasus dan jumlah pasien dirawat tidak sebanyak di awal Covid-19.

"Kenapa booster penting?, paling tinggi jauh lebih tinggi yang belum divaskinasi untuk angka kematian. Jadi apapun variannya kalau sudah booster maka tingkat kematian rendah," jelas dr. Pandu.
(hri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2153 seconds (10.55#12.26)