Keriput Rentan pada Kelopak Mata

Senin, 27 Juli 2015 - 08:39 WIB
Keriput Rentan pada...
Keriput Rentan pada Kelopak Mata
A A A
Pada proses penuaan, kerutan di wajah, seperti yang disebut ”garis tertawa” atau ”kaki gagak” sering disebut sebagai kutukan bagi banyak orang.

Berdasarkan keterangan yang dikutip dari situs Healthday, penelitian terbaru pada jenazah menawarkan beberapa wawasan mengapa beberapa lipatan kulit tertentu tampak lebih jelas daripada bagian lain.

”Perbedaan kelenjar dalam menyekresi minyak tepat di bawah kulit dapat membantu menjelaskan mengapa kerutan dahi lebih dangkal dari kerutan di sekitar mata luar,” ungkap Yuichi Tamatsu dari Kagoshima University Graduate School of Medical Sciences and Dental Sciences di Jepang.

”Kelenjar sebaceous adalah kelenjar mikroskopis yang mengeluarkan sebum, bahan berminyak atau lilin, yang melumasi kulit dan melindungi dari kerusakan air,” kata dr Nitin Chauhan, ahli bedah plastik dan rekonstruksi sekaligus otolaryngologist di University of Toronto.

Chauhan mengatakan bahwa berdasarkan temuan studi tampak bahwa kerutan di wajah cenderung lebih dalam di mana kelenjar sebaceous yang kurang terkonsentrasi, yaitu sudut luar mata. Selain itu, bukti hubungan kulit kelenjar kerut tampak terbatas pada bagian atas wajah.

Hasil penelitian ini telah diterbitkan secara online dalam Clinical Anatomy. Untuk mengeksplorasi faktor yang berhubungan dengan kerutan wajah, para peneliti memeriksa kedalaman kerut, kepadatan kelenjar, dan kepadatan kulit dermal dalam sampel kulit dahi dan daerah mata dari 58 mayat Jepang.

Usia sampel berkisar 20-an hingga 90-an. Tim peneliti menyimpulkan bahwa kelenjar sebaceous lebih sering ditemui di area bawah kulit dahi yang dangkal keriput. Peneliti menyimpulkan kurangnya kelenjar sebaceous sekitar sudut luar mata bisa menjelaskan mengapa kerutan di daerah yang cenderung lebih dalam dari lipatan dahi.

Para peneliti juga mengamati bahwa kepadatan kelenjar yang lebih besar dikaitkan dengan lapisan kulit dermal tebal, yaitu lapisan kedua dari kulit, yang terletak di bawah kelenjar keringat dan folikel rambut yang terdapat di epidermis luar.

Sementara para peneliti mengatakan mereka berharap karya mereka pada akhirnya mungkin membuka jalan untuk pengembangan pengobatan antikerut. Mereka mengakui bahwa banyak faktor selain kelenjar kepadatan mungkin memainkan peran dalam variasi kerut mendalam.

Selain itu, para penulis penelitian memperingatkan bahwa upaya mereka difokuskan secara eksklusif pada kulit Jepang.

(larissa huda)
(ars)
Berita Terkait
Bikin Sulit Bernapas,...
Bikin Sulit Bernapas, Hindari Pemicu Asma dengan Mosehat
Kejutkan Pelanggan,...
Kejutkan Pelanggan, Brand Fashion Lokal Ini Bagikan Pandora Box
Mengandung Ekstrak Daun...
Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Mosehat Diyakini Mampu Luruhkan Batu Ginjal
Jaga Kebersihan Lantai...
Jaga Kebersihan Lantai agar Selalu Nyaman Berada di Rumah
Dukung Pemulihan Pariwisata,...
Dukung Pemulihan Pariwisata, Eazy Property Lavaya Bali Gelar Soft Launching
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Berita Terkini
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
45 menit yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
1 jam yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
1 jam yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
2 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
2 jam yang lalu
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved