Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 17 Bagian 9

Kho Ping Hoo, Bukek...
Bukek Siansu, karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo
A A A
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu

"Sudah tua bangka masih banyak pamrih mencampuri urusan pemberontakan!" bentaknya dan pedangnya mengeluarkan sinar, lenyap bentuknya berubah menjadi sinar bergulung-gulung ketika dia meloncat dan memutar senjata itu menyerang. Dengan tenang kakek itu menghadapi penyerangan ini, sikapnya seperti seorang tua menghadapi seorang anak yang nakal.

Karena menduga bahwa kakek itu tentu amat lihai, maka Ouw Sian Kok tidak bersikap tanggung-tanggung sekali ini, pedangnya meluncur dengan amat cepatnya dan dia membuka serangan. Akan tetapi tiba-tiba kakek itu memutar pancingnya dan terdengarlah suara bersuitan nyaring sekali.

Ouw Sian Kok bersikap waspada dan ketika tangkai yang terbuat dari bambu panjang itu menyambar ke depan menyambutnya, dia cepat menggerakkan pedangnya yang ampuh dengan pengerahan tenaga sin-kang untuk membabat putus bambu itu. Namun, bambu itu seperti hidup bergerak mengikuti sinar pedangnya, berkejaran dengan sinar pedangnya tidak pernah tersentuh, dan tahu-tahu Ouw Sian Kok merasa betapa tubuhnya terangkat ke atas.

Ternyata bahwa ketika kakek itu memutar bambu yang menjadi tangkai pancing, tali pancingnya berputaran sedemikian cepatnya sampai tidak tampak karena tali itu kecil saja, dan tahu-tahu mata pancing itu telah menggait punggung baju Ouw Sian Kok sehingga seolah-olah Ouw Sian Kok dijadjkan "ikan" yang terkena pancing!

Ouw Sian Kok terkejut dan marah, dia bergerak hendak membabat tali pancing di atas punggungnya, akan tetapi tiba-tiba tubuhnya yang tergantung itu berputar cepat sekali. Dia diputar-putar di atas kepala kakek itu sehingga kalau sampai tali itu dia putuskan dengan pedangnya, tentu tubuhnya akan terlempar dan terbanting keras tanpa dia mampu mencegahnya karena tubuhnya sudah berputaran seperti kitiran di udara.

Semua orang memandang dengan mata terbelalak dan mulut ternganga, kaget dan kagum melihat betapa mudahnya kakek tua itu membuat Ouw Sian Kok yang sakti itu tidak berdaya sama sekali! Ouw Sian Kok merasa malu dan marah. Dikerahkannya sinkangnya dan dia telah menggunakan ilmu memberatkan tubuhnya. Seketika tubuhnya yang masih berputar-putar itu agak menurun dan bambu itu melengkung seolah-olah tidak kuat menahan tubuhnya.

"Tidak buruk...!" Kakek itu berseru kagum juga, akan tetapi karena dia masih memutar-mutar hasil pancingannya itu dengan amat cepatnya, Ouw Sian Kok tidak dapat melepaskan diri dan hanya melirik ke arah kakek itu dengan pandang mata penuh kemarahan dan kadang-kadang mencoba untuk menggerakkan pedang membacok ke arah tubuh kakek itu.

Tiba-tiba terdengar suara Liu Bwee, "Ouw-toako, jangan melawan...! Locian-pwe, mohon Locianpwe sudi mengampuninya...!!"

Mendengar seruan Liu Bwee ini Ouw Sian Kok terkejut dan dia menghentikan usahanya untuk menyerang atau membebaskan diri, lalu berkata, "Harap Locianpwe sudi memaafkan kalau saya bersikap kurang ajar!"

"Heh-heh-heh, ternyata Pulau Neraka belum merusakmu, orang muda!" tali pancing itu mengendur dan tahu-tahu Ouw Sian Kok telah mendapatkan dirinya berada di atas tanah. Dia berdiri tak bergerak, hanya menoleh ke arah Liu Bwee yang kini sudah terbelenggu dan dijaga ketat.

Kakek itu lalu menghadap ke arah An Lu Shan yang berdiri di tempat aman, kemudian berkata halus, "An-goan-swe harap suka memenuhi permintaan seorang tua seperti aku agar suka membebaskan wanita itu."

Sudah kita ketahui bahwa An Lu Shan adalah seorang yang amat cerdik. Melihat keadaan kakek itu, dia pun maklum bahwa orang tua itu amat sakti dan menghadapi seorang kakek seperti itu, lebih baik bersahabat daripada memusuhinya. Kalau ingin berhasil dalam mengejar cita-cita, berbaiklah dengan sebanyak mungkin orang pandai, demikian pedoman hatinya. Maka tanpa ragu-ragu lagi dia memberi isyarat kepada orang-orangnya untuk membebaskan Liu Bwee.

Tentu saja isyarat ini tidak ada yang berani membantahnya sungguhpun para anak buah dan pembantunya merasa khawatir akan sikap An Lu Shan ini. Di situ terdapat tiga orang lawan tangguh, yang seorang sudah tertawan mengapa dibebaskan lagi? Bukankah ini merupakan perbuatan bodoh dan berbahaya? (Bersambung)
(dwi)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 3 Bagian 2
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 11
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 20 Bagian 3
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 8
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 17 Bagian 10
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 24 Bagian 14
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 18 Bagian 4
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 7 Bagian 1
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 2
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 1
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 22 Bagian 6
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 15 Bagian 12
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 16 Bagian 6
Kho Ping Hoo : Bukek...
Kho Ping Hoo : Bukek Siansu Jilid 11 Bagian 12
Kho Ping Hoo, Bukek...
Kho Ping Hoo, Bukek Siansu Jilid 21 Bagian 10
Rekomendasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved