Apakah Tiap Negara Punya Standar Berbeda untuk Vaksin Covid-19?
Sabtu, 24 Juli 2021 - 02:13 WIB
"Standar khasiat, mutu, keamanan sudah ada sebetulnya. Termasuk soal uji coba apa yang harus dilakukan, semuanya sudah ada standar minimal require-nya. Kita merujuk ke WHO yang paling tinggi dan utama. Masing-masing regulator badan pengawas obat tiap negara juga membuat suatu standar yang me-refer pada standar yang baku," papar Dr. Lucia Rizka, dalam siaran webinar Menyorot Legalitas Uji Klinis Vaksin Covid-19- IKAFH UNDIP, Jumat (23/7).
Merujuk ke situasi pandemi Covid-19 saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri diketahui sudah mengeluarkan standar efikasi vaksin Covid-19, minimal 50 persen. Hitungan standar ini, disebut Dr. Lucia Rizka dengan perhitungan total populasi yang akan divaksin untuk tercapai herd immunity (kekebalan kelompok).
"Makin rendah efikasinya, makin tinggi kebutuhan cakupan herd immunity. Dengan 50 persen ini, perhitungannya seluruh penduduk (negara tersebut) harus divaksin. Kalau efikasinya makin tinggi, mungkin cakupan persentase penduduk yang divaksin juga akan berkurang," lanjutnya.
Baca juga: Mister Aladin Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Umum
Metode yang disebutkan di atas, menjelaskan mengapa contohnya vaksin AstraZeneca dengan 62 persen efikasi, lalu Sinovac dengan 65 persen efikasi, dan vaksin yang bahkan memiliki efikasi 90 persen boleh diberikan izin penggunaan darurat (EUA).
Merujuk ke situasi pandemi Covid-19 saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri diketahui sudah mengeluarkan standar efikasi vaksin Covid-19, minimal 50 persen. Hitungan standar ini, disebut Dr. Lucia Rizka dengan perhitungan total populasi yang akan divaksin untuk tercapai herd immunity (kekebalan kelompok).
"Makin rendah efikasinya, makin tinggi kebutuhan cakupan herd immunity. Dengan 50 persen ini, perhitungannya seluruh penduduk (negara tersebut) harus divaksin. Kalau efikasinya makin tinggi, mungkin cakupan persentase penduduk yang divaksin juga akan berkurang," lanjutnya.
Baca juga: Mister Aladin Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Umum
Metode yang disebutkan di atas, menjelaskan mengapa contohnya vaksin AstraZeneca dengan 62 persen efikasi, lalu Sinovac dengan 65 persen efikasi, dan vaksin yang bahkan memiliki efikasi 90 persen boleh diberikan izin penggunaan darurat (EUA).
(nug)
Lihat Juga :