Lalai Kelola Kadar Lipid, Risiko Komplikasi Kardiovaskular Mengintai

Senin, 30 Agustus 2021 - 19:32 WIB
Di Indonesia sendiri, kata dr. Tri, prevalensi dislipidemia yang didefinisikan sebagai kolesterol total setara atau lebih dari 160 mg/dl adalah 36% dengan rincian 33,1% pada laki-laki dan 38,2% pada perempuan berusia 25 tahun ke atas. Pasien diabetes memiliki peningkatan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular 2-4 kali lipat dan peningkatan kematian 1,5-3,6 kali lipat kematian akibat komplikasi penyakit ini.

Sebagian besar penyakit kardiovaskular pada diabetes diakibatkan penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang semakin meningkat setiap tahun.

“Kenaikan kolesterol LDL pada dislipidemia berhubungan langsung dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik. Penyakit kardiovaskular aterosklerotik merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular yang bertanggung jawab atas lebih dari 4 juta

kematian di Eropa setiap tahun,” terang dr. Tri.

Menurut estimasi WHO, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia pada 2016, yakni 35% dari seluruh kematian.

Baca Juga: Uban Tak Selalu Tanda Penuaan, Bisa Jadi Penyakit Serius

Sementara menurut penelitian Hussain dkk, penyebab terbanyak penyakit jantung koroner yang fatal di Indonesia pada laki-laki adalah merokok (28,0%), hipertensi (20,1%), kolesterol tinggi (7,7%), kelebihan berat badan (7,7%), dan diabetes (6,4%). Sedangkan pada perempuan adalah hipertensi (24,1%), kolesterol tinggi (16,7%), kelebihan berat badan (12,1%), diabetes (12,0%), dan merokok (1,3%).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!