Sejarah Perlombaan Burung di Indonesia, Berawal Merangsang Penggemar Baru hingga Tingkatkan Penjualan
Senin, 30 Januari 2023 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
Lalu hadir lovebird, burung yang banyak menyita perhatian penggemar burung. Terlebih lagi, burung ini dapat dijadikan burung lomba maupun burung hias, dengan segmen pasar yang terbilang luas. Warna serta motif yang bermacam-macam yang dimiliki oleh lovebird menjadi keunggulannya.
Semakin langka warna serta motif yang dimiliki lovebird, maka semakin tinggi pula harga jualnya. Tak hanya warna dan motif, burung ini mempunyai daya tarik lainnya, yaitu suara. Suara lovebird yang keras serta durasi yang cukup lama menjadi nilai tambah bagi burung tersebut untuk memenangi perlombaan.
Seiring banyaknya perlombaan burung, membuat minat memelihara burung semakin digandrungi. Selain hadiah yang tinggi, prestise yang didapat pun menjadi kunci untuk para pemilik burung yang mengikuti lomba.
Sebagaimana perlombaan lainnya, dalam lomba burung ini terdapat juri yang akan memberi penilaian. Karena itu, peran juri sangat penting dalam perlombaan. Adapun kriteria penilaian lomba burung adalah irama, volume suara, hingga fisik.
Bagi pemilik burung yang memenangi pertandingan akan mendapatkan hadiah. Pada awalnya, hadiah lomba burung hanya dengan sejumlah uang saja. Kemudian, pada pertengahan 1980-an hingga 1990-an, pemberian hadiah dilakukan dengan selebrasi. Seiring berkembangnya zaman, para pemenang lomba akan menerima hadiah uang, trofi, serta sertifikat kemenangan.
Menurut Jepson, hobi burung kicauan dapat menyatukan masyarakat Indonesia dengan kelas sosial serta etnis yang berbeda. Meski memiliki banyak perbedaan, mereka datang bersama dalam kepentingan yang satu yaitu untuk mengikuti perlombaan burung.
Semakin langka warna serta motif yang dimiliki lovebird, maka semakin tinggi pula harga jualnya. Tak hanya warna dan motif, burung ini mempunyai daya tarik lainnya, yaitu suara. Suara lovebird yang keras serta durasi yang cukup lama menjadi nilai tambah bagi burung tersebut untuk memenangi perlombaan.
Seiring banyaknya perlombaan burung, membuat minat memelihara burung semakin digandrungi. Selain hadiah yang tinggi, prestise yang didapat pun menjadi kunci untuk para pemilik burung yang mengikuti lomba.
Sebagaimana perlombaan lainnya, dalam lomba burung ini terdapat juri yang akan memberi penilaian. Karena itu, peran juri sangat penting dalam perlombaan. Adapun kriteria penilaian lomba burung adalah irama, volume suara, hingga fisik.
Bagi pemilik burung yang memenangi pertandingan akan mendapatkan hadiah. Pada awalnya, hadiah lomba burung hanya dengan sejumlah uang saja. Kemudian, pada pertengahan 1980-an hingga 1990-an, pemberian hadiah dilakukan dengan selebrasi. Seiring berkembangnya zaman, para pemenang lomba akan menerima hadiah uang, trofi, serta sertifikat kemenangan.
Menurut Jepson, hobi burung kicauan dapat menyatukan masyarakat Indonesia dengan kelas sosial serta etnis yang berbeda. Meski memiliki banyak perbedaan, mereka datang bersama dalam kepentingan yang satu yaitu untuk mengikuti perlombaan burung.
(hri)
Lihat Juga :