alexametrics

Danone Indonesia Berkolaborasi Cegah Stunting Berbasis Keluarga

loading...
Danone Indonesia Berkolaborasi Cegah Stunting Berbasis Keluarga
Kegagalan dalam pemenuhan gizi seimbang ini dapat mengakibatkan malnutrisi kronis yang bisa berujung pada stunting. / Foto: ist
A+ A-
JAKARTA - Anak-anak di Indonesia pada masa sekarang ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam pemenuhan nutrisi seimbang. Kegagalan dalam pemenuhan gizi seimbang ini dapat mengakibatkan malnutrisi kronis yang bisa berujung pada stunting. Guna mencegah prevalensi salah gizi pada anak, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga masyarakat, hingga keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil.

(Baca juga: Dinkes Sulsel Optimistis Tekan Kasus Stunting di Tengah Pandemi COVID-19)

Salah satu pihak yang telah mencoba membantu melakukan pencegahan stunting adalah Danone Indonesia. Pada 15 Juli 2020, Danone Indonesia pun membagikan kisah sukses program pencegahan stunting berbasis keluarga di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Menurut Riskesdas 2018, sekitar 31,22 % balita di Provinsi Jawa Tengah masih mengalami kondisi stunting. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan, stunting merupakan isu kompleks yang berakar pada masalah infrastruktur, sanitasi, edukasi, dan juga pengetahuan mengenai kesehatan di tingkat keluarga.



"Provinsi Jawa Tengah, termasuk PKK yang memiliki perpanjangan stunting hingga tingkat keluarga, menaruh perhatian penting pada kualitas nutrisi termasuk pola makan gizi dan seimbang yang dikonsumsi anak untuk pencegahan stunting," ujarnya dalam pernyataan tertulis Danone Indonesia, Kamis (16/7).

Pada masa pandemi, anak-anak lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, peran serta tanggung jawab keluarga dalam memenuhi kebutuhan anak dan mencegah stunting menjadi lebih penting daripada sebelumnya. "Seorang anak memiliki hak bertumbuh dan berkembang yang harus dipenuhi dan didukung oleh keluarga, masyarakat, dan negara," kata Kepala Divisi Perkembangan Anak Departemen IKK FEMA IPB (Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor), Dr. Ir. Dwi Hastuti, MSc.



"Faktor keluarga mulai dari pengetahuan nutrisi sejak dini, pengurangan tingkat kemiskinan, hingga peningkatan pendidikan perempuan akan sangat membantu memastikan anak mendapatkan hak akan nutrisi yang seimbang. Dalam pencegahan stunting, keluarga berperan dalam menurunkan beban masalah gizi, menyediakan makanan bergizi seimbang dan berkualitas, hingga memastikan diterapkannya pola asuh berkualitas di keluarga," lanjutnya.

(Baca juga: Kemenkes Dinilai Lambat dalam Implementasi Permenkes Atasi Stunting)
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak