Badan Malah Nyeri usai Dipijat? Ini Penyebabnya
Selasa, 23 Januari 2024 - 14:54 WIB
loading...
Pijat menjadi sebuah cara untuk memanjakan diri. Foto/iStock
A
A
A
JAKARTA - Pijat menjadi sebuah cara untuk memanjakan diri. Apalagi setelah padat beraktivitas atau melakukan perjalanan panjang, pijat bisa menjadi cara ampuh buat sebagian orang untuk melepas lelah dan mengisi kembali energi.
Namun, alih-alih ingin merasakan sensasi rileks dan tubuh menjadi ringan, terkadang setelah dipijat badan malah terasa sakit dan nyeri saat digerakkan. Apakah hal tersebut wajar terjadi setelah pijat?
Melansir laman Healthline, Selasa (23/1/2024), badan menjadi pegal usai dipijat adalah suatu hal yang wajar. Hal itu umumnya terjadi pada orang yang tidak rutin pijat atau bahkan tak pernah dipijat. Rasa pegal tersebut merupakan respons dari otot yang tidak biasa digunakan.
Baca Juga: Apakah Transplantasi Ginjal Dapat Pembiayaan dari BPJS Kesehatan? Ini Faktanya
Sama halnya dengan tubuh yang tak terbiasa olahraga, badan terasa nyeri sehingga membutuhkan waktu untuk dapat normal kembali. Selain itu, para terapis umumnya bisa langsung mengetahui bagian tubuh mana yang tegang dan pegal-pegal. Bagian yang pegal ataupun tegang itu kemudian dipijat-pijat. Hal ini bertujuan agar otot-otot badan kembali rileks dan fleksibel.
Terkadang bagian tubuh yang tegang juga menjadi pertanda bahwa aliran darah pada bagian tersebut kurang baik atau tidak lancar. Hal inilah yang membuat badan menjadi sakit atau nyeri setelah dipijat, karena pijatan dapat merangsang sirkulasi darah, memperbaiki postur tubuh, atau merenggangkan otot yang biasanya tidak aktif. Perubahan ini yang memicu reaksi tubuh sementara seperti rasa nyeri atau ketidaknyamanan.
Namun, alih-alih ingin merasakan sensasi rileks dan tubuh menjadi ringan, terkadang setelah dipijat badan malah terasa sakit dan nyeri saat digerakkan. Apakah hal tersebut wajar terjadi setelah pijat?
Melansir laman Healthline, Selasa (23/1/2024), badan menjadi pegal usai dipijat adalah suatu hal yang wajar. Hal itu umumnya terjadi pada orang yang tidak rutin pijat atau bahkan tak pernah dipijat. Rasa pegal tersebut merupakan respons dari otot yang tidak biasa digunakan.
Baca Juga: Apakah Transplantasi Ginjal Dapat Pembiayaan dari BPJS Kesehatan? Ini Faktanya
Sama halnya dengan tubuh yang tak terbiasa olahraga, badan terasa nyeri sehingga membutuhkan waktu untuk dapat normal kembali. Selain itu, para terapis umumnya bisa langsung mengetahui bagian tubuh mana yang tegang dan pegal-pegal. Bagian yang pegal ataupun tegang itu kemudian dipijat-pijat. Hal ini bertujuan agar otot-otot badan kembali rileks dan fleksibel.
Terkadang bagian tubuh yang tegang juga menjadi pertanda bahwa aliran darah pada bagian tersebut kurang baik atau tidak lancar. Hal inilah yang membuat badan menjadi sakit atau nyeri setelah dipijat, karena pijatan dapat merangsang sirkulasi darah, memperbaiki postur tubuh, atau merenggangkan otot yang biasanya tidak aktif. Perubahan ini yang memicu reaksi tubuh sementara seperti rasa nyeri atau ketidaknyamanan.
Lihat Juga :