Kenali Gejala Kelainan Refraksi pada Mata Anak
Senin, 17 Agustus 2020 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan itu, dr. Anissa juga menyinggung soal kelainan refraksi. Menurutnya, kelainan refraksi adalah kondisi di mana gambaran benda yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan tepat di retina. Hal ini membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam.
Kelainan refraksi dibagi menjadi tiga yaitu rabun jauh (miopi), rabun dekat (hiperopia), dan astigmatisma (mata silinder). Kelainan refraksi merupakan kelainan mata terbanyak di masyarakat, tak terkecuali pada anak-anak.
Ada beberapa gejala kelainan refraksi pada anak yang dapat menjadi acuan orangtua yaitu pandangan buram, mengernyitkan dahi saat melihat, mendekatkan mata saat membaca, dan prestasi di sekolah menurun. (Baca Juga: Suka Pusing Saat Berdiri? Waspadai Risiko Terkena Demensia )
“Jika anak-anak mengalami salah satu gejala tersebut tentu orangtua harus segera mewaspadai,” ujar dr. Anissa.
Lebih lanjut dr. Anissa menjelaskan, kelainan refraksi disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan/kebiasaan. Pada faktor lingkungan/kebiasaan dipengaruhi oleh aktivitas luar, jarak baca, dan pencahayaan saat membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang memiliki waktu 40 menit bermain di luar per hari dapat mengurangi risiko progresivitas miopia (rabun jauh).
Kelainan refraksi dibagi menjadi tiga yaitu rabun jauh (miopi), rabun dekat (hiperopia), dan astigmatisma (mata silinder). Kelainan refraksi merupakan kelainan mata terbanyak di masyarakat, tak terkecuali pada anak-anak.
Ada beberapa gejala kelainan refraksi pada anak yang dapat menjadi acuan orangtua yaitu pandangan buram, mengernyitkan dahi saat melihat, mendekatkan mata saat membaca, dan prestasi di sekolah menurun. (Baca Juga: Suka Pusing Saat Berdiri? Waspadai Risiko Terkena Demensia )
“Jika anak-anak mengalami salah satu gejala tersebut tentu orangtua harus segera mewaspadai,” ujar dr. Anissa.
Lebih lanjut dr. Anissa menjelaskan, kelainan refraksi disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan/kebiasaan. Pada faktor lingkungan/kebiasaan dipengaruhi oleh aktivitas luar, jarak baca, dan pencahayaan saat membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang memiliki waktu 40 menit bermain di luar per hari dapat mengurangi risiko progresivitas miopia (rabun jauh).
(tsa)
Lihat Juga :