alexametrics

Ubah Logo Ikonik, Logo Baru Zara Bikin Orang Bingung

loading...
Ubah Logo Ikonik, Logo Baru Zara Bikin Orang Bingung
Logo baru brand fashion asal Spanyol, Zara, menimbulkan kontroversi setelah netizen menganggap desain huruf yang tumpang tindih membuat logo itu sulit dibaca. (Fast Company)
A+ A-
JAKARTA - Zara, brand fashion asal Spanyol telah memperbaharui situs web dan akun media sosialnya dengan logo baru. Namun, perubahan ini tidak membuat banyak orang terkesan. Tampilan baru ini dirancang oleh biro iklan Baron & Baron yang didirikan oleh editor dan direktur artistik Perancis, Fabien Baron.

Dilansir dari Metro, pada logo baru ini, Zara memilih desain huruf yang tumpang tindih dan mengganti tampiran berjarak yang telah melekat dengan brand mewah tersebut. Selain huruf yang tumpang tindih, di logo anyar ini, Zara juga menambahkan kurva ke bagian bawah huruf Z dan R yang menurut beberapa orang membuatnya sulit dibaca.

Sayangnya, perubahan yang dilakukan Zara justru tidak mendapat respons yang baik. Para pelanggan dikabarkan tidak menyukai logo baru tersebut. Bahkan pengguna media sosial Twitter, banyak yang mengkritik logo tersebut.



"Logo baru Zara seperti seseorang telah muncul di Photoshop, memilih font serif acak dan mulai bermain dengan alat penspasian huruf," tulis seorang pengguna Twitter.

"Terlihat sempit & membuatku cemas," kata yang lain.

"Bukan penggemar logo baru Zara, rasanya konstruktif dan hampir tak terbaca," kata seorang kritikus.

"Serius # ZARA, apa-apaan ?? Anda lupa spasi!," ujar lainnya.

Kehadiran logo baru Zara ini telah membuat beberapa orang berspekulasi tentang seberapa jauh brand fashion tersebut akan mendesain ulang logo mereka di masa depan. Ini merupakan kali kedua bagi Zara mengganti logo mereka. Sebelumnya, pada tahun 2010, Zara melakukan hal yang serupa, tapi perubahan itu diterima dengan baik oleh konsumen karena sangat mirip dengan yang sebelumnya.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak