Nadia Mulya Berbagi Tentang Peace of Mind dalam Hidup
Rabu, 27 Agustus 2025 - 10:55 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Great Eastern Life Indonesia melalui produk GREAT Legacy Assurance pada bulan Maret lalu. Dalam lima bulan sejak diluncurkan, produk ini mencatat perolehan Premi sebesar Rp14 miliar dan nilai Uang Pertanggungan mencapai lebih dari Rp173 miliar.
Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia Roy Hendrata Gozalie mengatakan, pihaknya menyasar segmen afluent atau nasabah kaya seperti pengusaha dan entertain. Hal ini merupakan langkah perseroan dalam rangka menangkap tren minat nasabah ke produk asuransi tradisional.
"Produk tradisional ini yang masih sustain. Ini dari 2 tahun terakhir lah. Kita lihat itu memang angka produk tradisional demandnya itu lebih tinggi," kata Roy dalam kesempatan yang sama.
Hal ini sejalan dengan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dimana pendapatan premi asuransi jiwa tradisional tumbuh lebih tinggi dari pada unitlink. Dimana pendapatan premi tradisional tercatat sebesar Rp55,2 triliun per Juni 2025.
Angka premi tradisional ini naik 6,5% secara tahunan. Sementara itu, premi asuransi unitlink tercatat sebesar Rp32,4 triliun, atau terkontraksi 11,7% secara year on year.
“Berdasarkan data AAJI ini, untuk harapan ada kolaborasi ini karena berbicara produk gimana memasarkan dengan partnership yang erat bisa menjangkau nasabah sebanyak mungkin bisa mendapatkan kepercayaan dan premi kecil hanya 2-3 juta jadi harapan semakin dia memiliki outlet edukasi financial bisa kena dan memberikan trust atau kepercayaan kepada seluruh nasabah,”harap Nadia Mulya.
Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia Roy Hendrata Gozalie mengatakan, pihaknya menyasar segmen afluent atau nasabah kaya seperti pengusaha dan entertain. Hal ini merupakan langkah perseroan dalam rangka menangkap tren minat nasabah ke produk asuransi tradisional.
"Produk tradisional ini yang masih sustain. Ini dari 2 tahun terakhir lah. Kita lihat itu memang angka produk tradisional demandnya itu lebih tinggi," kata Roy dalam kesempatan yang sama.
Hal ini sejalan dengan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dimana pendapatan premi asuransi jiwa tradisional tumbuh lebih tinggi dari pada unitlink. Dimana pendapatan premi tradisional tercatat sebesar Rp55,2 triliun per Juni 2025.
Angka premi tradisional ini naik 6,5% secara tahunan. Sementara itu, premi asuransi unitlink tercatat sebesar Rp32,4 triliun, atau terkontraksi 11,7% secara year on year.
“Berdasarkan data AAJI ini, untuk harapan ada kolaborasi ini karena berbicara produk gimana memasarkan dengan partnership yang erat bisa menjangkau nasabah sebanyak mungkin bisa mendapatkan kepercayaan dan premi kecil hanya 2-3 juta jadi harapan semakin dia memiliki outlet edukasi financial bisa kena dan memberikan trust atau kepercayaan kepada seluruh nasabah,”harap Nadia Mulya.
(aik)
Lihat Juga :