IKEA Indonesia dan Waste4Change Setuju Kurangi Limbah Pangan
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 22:50 WIB
loading...
A
A
A
“Pertama-tama, sampah dipilah menjadi beberapa kategori seperti anorganik, kertas, organic, dan residu. Sampah organik akan melalui proses composting selama 2-3 bulan dengan perbandingan sampah dapur dan sampah taman 1:2. Kemudian, sampah yang telah melewati proses itu telah berubah bentuk menjadi tektur kompos pada umumnya bau sampah pun sudah mulai menghilang, baru setelah itu diayak untuk mendapatkan tekstur yang lebih halus dan siap dipacking dan didistribusikan kepada partner dan dijual ke masyarakat,” ujar Organic Coordinator Waste4Change, Khairunnisa Humaam.
Melalui program Food is Precious, setelah berhasil menerapkan pengelolaan limbah makanan di internal, IKEA Indonesia juga ingin mengajak pelanggan untuk turut serta melakukan hal serupa. Salah satu upayanya adalah meningkatkan kesadaran akan isu food waste di Indonesia kepada pelanggan melalui edukasi akan pentingnya isu food waste dapat dimulai sejak dini.
IKEA Indonesia bersama dengan Kedutaan Swedia di Indonesia dan Greeneration Foundation akan meluncurkan buku anak-anak tentang limbah makanan di tahun 2021. Melalui kegiatan ini, IKEA mengajak orang tua dan guru untuk mengajarkan anak-anak tentang siklus makanan dan cara memanfaatkan makanan menjadi kompos. (mg1)
(sal)
Lihat Juga :