Food Review: Jajan Kue dan Bakery Klasik di Braga, Bandung

loading...
Food Review: Jajan Kue dan Bakery Klasik di Braga, Bandung
Di toko Sumber Hidangan kebanyakan yang dijual merupakan kue-kue yang terpengaruh dari Belanda. Foto/SINDOnews/Dyah Ayu Pamela
A+ A-
BANDUNG - Akhir pekan yang biasanya macet, pagi menjelang siang hari itu tampak lebih lenggang tak seperti biasanya di kawasan Braga, Kota Bandung. Mungkin karena masih pandemi, wisatawan atau turis dari luar kota tak begitu ramai sekarang dan memang belum banyak masyarakat yang memberanikan diri keluar rumah untuk sekadar traveling.

Rencana jalan-jalan di Sabtu yang cerah kali itu pun terasa lebih bersahabat. Namun, tepat pukul 9 pagi, toko kue dan bakery klasik yang dituju ternyata belum buka. Sebentar keliling jalan seputar Braga yang terkenal itu, terdapat kios-kios makanan, kesibukan orang di coffee shop yang kini lebih modern, serta tukang bubur gerobak yang masih berjualan menjadi pemandangan umum pagi hari di Braga. Tak lama, toko kue dan bakery klasik yang dituju pun buka.

(Baca Juga: Sambut Kuliner Istimewa Festive Season di Akhir Tahun!)

Nama tempatnya Sumber Hidangan. Toko kue tersebut telah ada sejak zaman pemerintahan Kolonial Belanda. Kalau melihat papan nama tertulis perusahaan roti, kue-kue dan rumah makan itu sudah ada sejak 1929. Dari bangunannya saja sudah tua sekali. Atapnya tinggi dan memang jajanan klasik di sini juga kebanyakan merupakan kue-kue yang terpengaruh dari Belanda seperti bitterballen dan kue kaki kambing atau dikenal dengan bokkepoot.



Food Review: Jajan Kue dan Bakery Klasik di Braga, Bandung


Begitu masuk dari sisi pintu, ada etalase kue dan roti berjejer. Akan ada petugas yang mengambilkan kue atau roti yang hendak kita beli, kebanyakan pekerjanya adalah ibu-ibu dan kakek dari generasi lama, mungkin sejak toko kue dan bakery ini ada. SINDOnews langsung mengambil beberapa kue klasik yang terkenal di tempat itu. Ada bitterballen, almond cake, kue soes, nastar untuk dibawa pulang dan tentu saja sekalian es krim klasik supaya tidak penasaran.

Terasa kembali ke masa lalu, suasana ruang yang seperti gudang zaman Belanda dan difungsikan menjadi toko roti ini juga dirasakan setelah mengambil pesanan dan hendak membayar di kasir. Karena meski sekarang segala sesuatunya sudah modern, Sumber Hidangan masih menggunakan pencatatan manual dengan bon tulisan tangan dan pembayaran tunai. Agak mengagetkan juga ketika membayar karena harga kue-kue tadi terbilang murah dibandingkan membeli bakery atau kue ke coffee shop modern. Rata-rata harga per kue hanya belasan ribu saja. Termasuk es krim tutti frutti.



Almond cake di sini hanya ada di hari Sabtu. Rasanya dominan manis gurih almond dan ada penambahan rum di dalamnya, dengan ciri tekstur adonan kacang almond yang agak kasar. Sementara kue soes juga seperti menambahkan rempah tertentu mirip kayu manis, ciri khas kue peninggalan zaman Belanda.

(Baca Juga: Domba Panggang Rempah Olahan Chef Vania Wibisono ini Rasanya Nagih Banget!)

Terakhir untuk es krim, tutti frutti dengan base vanila terasa seperti memakai susu skim. Uniknya, ada buah di atas es krim sebagai topping. Kombinasinya membuat penamaan tutti frutti terasa cocok dan menyatu sebagai rasa es krim klasik. Sementara nastar di Sumber Hidangan yang dibawa pulang kalau dicoba sangat asin karena memang hampir 90% adalah keju asli.

Puas rasanya datang ke tempat kue dan bakery jadul ini. Kalau ke Bandung, Anda jangan lupa mampir dan sekalian menikmati suasana di Jalan Braga yang terkenal itu. Sumber Hidangan bisa didatangi Selasa-Minggu sekitar pukul 10.00-17.00 WIB. Sementara tiap Senin toko ini tutup.
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top