The Body Shop Support RUU PKS dengan Shoes Art Installation
Selasa, 08 Desember 2020 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurut SUzy, Sejak tahun 1992, The Body Shop terus berupaya membawa perubahan-perubahan positif di bidang sosial dan lingkungan hidup selama kurun waktu 28 tahun. The Body Shop tidak hanya dikenal sebagai brand kosmetik, tetapi sebagai feminist brand yang aktif memperjuangkan kesetaraan hak asasi manusia bagi semua, khususnya perempuan dan anak hingga ke ranah hukum.
The Body Shop Indonesia ingin ikut berjuang menyuarakan suara perempuan dan dapat dipercaya sebagai teman seperjuangan para korban dengan membagikan cerita korban kekerasan seksual sebagai bentuk edukasi juga membuka mata kita semua bahwa permasalahan tersebut nyata. Kampanye ini adalah respon atas kondisi kritis bagi perempuan dan anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual dan perlu segera mengambil sikap dan tindakan.
Instalasi seni yang dibangun dari sepatu-sepatu yang dikumpulkan oleh publik dan penyintas yang menyatakan dukungannya pada pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini, disiapkan untuk memanfaatkan momentum 16 Hari Tanpa Kekerasan.
Dimulai dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan, di mana sepatu-sepatu ini melakukan "unjuk rasa" di depan Gedung DPR-RI, lalu kemudian ditampilkan di di instalasi ini, hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari HAM Internasional.
Ratu Ommaya, Public Relations and Community Manager The Body Shop Indonesia mengungkapkan medium sepatu sangat kuat karena bisa mewakili masyarakat dari beragam unsur, gender, profesi, selera, latar belakang sosial dan ekonomi.
’’Publik yang telah mengirimkan sepatu-sepatu mereka, mewakilkan dukungan mereka pada penyintas kekerasan dan menitipkan suara mereka untuk didengarkan,’’ jelasnya dalam konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu.
The Body Shop Indonesia ingin ikut berjuang menyuarakan suara perempuan dan dapat dipercaya sebagai teman seperjuangan para korban dengan membagikan cerita korban kekerasan seksual sebagai bentuk edukasi juga membuka mata kita semua bahwa permasalahan tersebut nyata. Kampanye ini adalah respon atas kondisi kritis bagi perempuan dan anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual dan perlu segera mengambil sikap dan tindakan.
Instalasi seni yang dibangun dari sepatu-sepatu yang dikumpulkan oleh publik dan penyintas yang menyatakan dukungannya pada pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini, disiapkan untuk memanfaatkan momentum 16 Hari Tanpa Kekerasan.
Dimulai dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan, di mana sepatu-sepatu ini melakukan "unjuk rasa" di depan Gedung DPR-RI, lalu kemudian ditampilkan di di instalasi ini, hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari HAM Internasional.
Ratu Ommaya, Public Relations and Community Manager The Body Shop Indonesia mengungkapkan medium sepatu sangat kuat karena bisa mewakili masyarakat dari beragam unsur, gender, profesi, selera, latar belakang sosial dan ekonomi.
’’Publik yang telah mengirimkan sepatu-sepatu mereka, mewakilkan dukungan mereka pada penyintas kekerasan dan menitipkan suara mereka untuk didengarkan,’’ jelasnya dalam konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu.
Lihat Juga :