Injeksi Pertama, Vaksin AstraZeneca Diklaim Efektif Lawan COVID-19
Kamis, 10 Desember 2020 - 23:27 WIB
loading...
Analisis sementara uji coba Fase III vaksin AstraZeneca menunjukkan keamanan yang baik dan kemanjuran terhadap virus corona. Foto/Associated Press/John Cairns
A
A
A
JAKARTA - Peneliti vaksin dari Universitas Oxford dengan vaksin AstraZeneca (AZD1222) mengumumkan hasil sementara dari program Fase III di mana hasil tersebut menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif untuk mencegah gejala COVID-19 serta melindungi dari penyakit parah dan rawat inap.
Analisa sementara untuk kemanjuran didasarkan pada 11.636 peserta yang mengalami 131 infeksi bergejala dari uji coba Fase III di Inggris dan Brasil yang dilakukan oleh Universitas Oxford.
(Baca Juga: Perlukah Pasien COVID-19 yang Sudah Sembuh Divaksinasi? Ini Penjelasan Ahli )
Seperti diumumkan pada 23 November 2020, hasil kemanjuran utama dari program statistik yang direncanakan, yang berdasar dari dua rejimen dosis, menunjukkan bahwa vaksin tersebut 70,4% efektif dalam mencegah gejala COVID- 19 yang terjadi lebih dari 14 hari setelah menerima dua dosis vaksin. Hasil kemanjuran sekunder dalam mencegah penyakit parah tidak menunjukkan adanya kasus infeksi parah atau rawat inap pada kelompok vaksin.
Kemanjuran vaksin juga dinilai pada hasil sekunder dari pencegahan dini penyakit parah setelah dosis pertama. Tidak ada rawat inap atau kasus parah COVID-19 lebih dari 21 hari setelah dosis pertama vaksin. Sementara sepuluh peserta dalam kelompok kontrol dirawat di rumah sakit karena COVID-19, dua di antaranya dinilai parah, termasuk satu kasus fatal.
Analisa sementara untuk kemanjuran didasarkan pada 11.636 peserta yang mengalami 131 infeksi bergejala dari uji coba Fase III di Inggris dan Brasil yang dilakukan oleh Universitas Oxford.
(Baca Juga: Perlukah Pasien COVID-19 yang Sudah Sembuh Divaksinasi? Ini Penjelasan Ahli )
Seperti diumumkan pada 23 November 2020, hasil kemanjuran utama dari program statistik yang direncanakan, yang berdasar dari dua rejimen dosis, menunjukkan bahwa vaksin tersebut 70,4% efektif dalam mencegah gejala COVID- 19 yang terjadi lebih dari 14 hari setelah menerima dua dosis vaksin. Hasil kemanjuran sekunder dalam mencegah penyakit parah tidak menunjukkan adanya kasus infeksi parah atau rawat inap pada kelompok vaksin.
Kemanjuran vaksin juga dinilai pada hasil sekunder dari pencegahan dini penyakit parah setelah dosis pertama. Tidak ada rawat inap atau kasus parah COVID-19 lebih dari 21 hari setelah dosis pertama vaksin. Sementara sepuluh peserta dalam kelompok kontrol dirawat di rumah sakit karena COVID-19, dua di antaranya dinilai parah, termasuk satu kasus fatal.
Lihat Juga :