Cara Anne Avantie Atasi Depresi Selama Pandemi
Minggu, 03 Januari 2021 - 22:12 WIB
loading...
Anne Avantie. Foto/Instagram Anne Avantie
A
A
A
JAKARTA - Desainer kondang Anne Avantie , secara jujur mengakui bahwa dirinya depresi di awal terjadinya Pandemi COVID 19 . Dia pun memutuskan untuk bangkit dengan cara menerima solusi dari Tuhan.
Saat Pandemi COVID-19 melanda Indonesia Anna Avantie mengaku tak bisa berbuat apa-apa untuk karyawannya yang berjumlah kurang lebih 600-an orang. “Saya sempat mengalami keterpurukan dan stres hingga depresi. Layaknya manusia biasa, saya tak bisa berbuat apa-apa untuk karyawan saya yang berjumlah kurang lebih 600-an orang,” ujar Anna Avantie di channel YouTube milik Daniel Mananta .
Baca juga : Luna Maya Pernah Mendapat Ciuman Pertama Saat Kelas 1 SD
Rasa depresi yang Anne Avantie rasakan karena dia tak sanggup menghidupi para karyawannya. Dia mengaku bagai diguncang bencana yang tiba-tiba usahanya berhenti, karyawan harus dirumahkan, hingga produksi berhenti. “Sejumlah toko saya harus tutup selama 8 bulan. Saya bingung karyawan saya harus diberi makan apa,” ujar Anne Avantie.
Di masa sulit ini menurutt Anne Avantie , setiap orang pasti memiliki kekurangan. Jadi dia tidak mau terlalu lama ‘menikmati’ depresi. “Kalau pada pandemi ini gak stres kamu sombong, peristiwa itu kita merasakan hal yang sama, bahwa hanya beberapa orang yang mau cerita,” ujar Anne Avantie.
Saat Pandemi COVID-19 melanda Indonesia Anna Avantie mengaku tak bisa berbuat apa-apa untuk karyawannya yang berjumlah kurang lebih 600-an orang. “Saya sempat mengalami keterpurukan dan stres hingga depresi. Layaknya manusia biasa, saya tak bisa berbuat apa-apa untuk karyawan saya yang berjumlah kurang lebih 600-an orang,” ujar Anna Avantie di channel YouTube milik Daniel Mananta .
Baca juga : Luna Maya Pernah Mendapat Ciuman Pertama Saat Kelas 1 SD
Rasa depresi yang Anne Avantie rasakan karena dia tak sanggup menghidupi para karyawannya. Dia mengaku bagai diguncang bencana yang tiba-tiba usahanya berhenti, karyawan harus dirumahkan, hingga produksi berhenti. “Sejumlah toko saya harus tutup selama 8 bulan. Saya bingung karyawan saya harus diberi makan apa,” ujar Anne Avantie.
Di masa sulit ini menurutt Anne Avantie , setiap orang pasti memiliki kekurangan. Jadi dia tidak mau terlalu lama ‘menikmati’ depresi. “Kalau pada pandemi ini gak stres kamu sombong, peristiwa itu kita merasakan hal yang sama, bahwa hanya beberapa orang yang mau cerita,” ujar Anne Avantie.
Lihat Juga :