Hati Hati Cemburu Buta Bisa Termasuk Gangguan Delusi

Senin, 11 Januari 2021 - 23:30 WIB
loading...
Hati Hati Cemburu Buta...
foto / dok istimewa
A A A
JAKARTA - Gangguan delusi atau gangguan paranoid adalah tipe gangguan mental serius. Penderitanya tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana imajinasi.
Penderita gangguan delusi kerap membayangkan dirinya diikuti, ada yang ingin meracuni atau menyakitinya dan sebagainya. Penderita gangguan delusi
masih bisa bersosialisasi atau hidup secara normal.

Meski delusi adalah gejala gangguan yang lebih umum seperti skizofrenia, gangguan delusi sendiri sebetulnya cukup jarang terjadi. Gangguan ini
kebanyakan muncul di usia pertengahan hingga lanjut dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Mengutip dari Webmd, ada beberapa tipe
delusi:

• Erotomanic: penderita meyakini seseorang mencintainya dan berusahamenghubungi. Seringkali orang yang dimaksud adalah tokoh yang terkenal. Hal
ini bisa memicu perilaku menguntit.

Baca juga : Soal Vaksinasi WNI di Luar Negeri Negeri, Ini Kata Kemlu

• Grandiose: penderitanya percaya mereka memiliki kekuatan atau pengetahuan lebih dan identitas tertentu. Mereka meyakini punya bakat atau telah
membuat penemuan yang penting.

• Jealous: penderita tipe ini percaya bahwa pasangan mereka tidak setia.

Baca juga : Negara dengan Kematian Akibat Polusi Terbanyak di Dunia, Indonesia Urutan ke-4

• Persecutory: Penderita meyakini bahwa orang lain berniat jahat kepada mereka. Mereka sangat mungkin mengadu kepada petugas hukum terkait
perilaku tidak menyenangkan yang dialami.

• Somatic: penderita meyakini memiliki kekurangan fisik atau masalah kesehatan.

• Mixed: penderita mempunyai dua atau lebih tipe delusi dari yang sudah disebutkan di atas.

Baca juga : Ini Rekomendasi Dress Modern dan Klasik untuk Berbagai Acara

Selanjutnya, gejala gangguan delusi meliputi delusi yang tidak aneh, lalu menjadi sensitif, pemarah dan sering tidak mood.Serta sering
berhalusinasi misalnya mereka merasa memiliki masalah penciuman dan kerap mencium bau tak sedap.

Penyebab delusi belum diketahui. Tapi peneliti menganalisa peran genetik, biologis, dan lingkungan, serta faktor psikologikal yang berperan dalam
hal ini. Peneliti meneliti bagaimana gangguan delusi dapat terjadi ketika bagian otak tidak normal. Bagian otak yang abnormal yang mengontrol
persepsi dan pikiran, berhubungan dengan gejala delusi.


Baca juga : Gandeng Dokter Covid, Reebok Berikan Sepatu Edisi Superhero

Lalu, peneliti juga mengatakan bahwa stres bisa picu gangguan ini. Penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang juga bisa berkontribusi. Orang yang
menyendiri, atau memiliki pendengaran dan penglihatan yang buruk berpotensi menderita gangguan ini.

Untuk menangani gangguan delusi sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter dan diberikan obat-obatan guna mengatasi gangguan delusi. Pasien
juga akan menjalani psikoterapi. Ini adalah metode yang umum dalam menangani masalah kejiwaan.
(sal)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Menkes Ungkap 10% Anak...
Menkes Ungkap 10% Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Medsos Diduga Jadi Pemicunya
Viral Wanita Tinggal...
Viral Wanita Tinggal Setahun di Bandara Kuala Lumpur, Ternyata Alami Gangguan Mental
Viral Curhatan Psikolog:...
Viral Curhatan Psikolog: Klien Depresi Bukan Masalah Pribadi, tapi Karena Negara
Justin Bieber dan Hailey...
Justin Bieber dan Hailey Pertimbangkan Tinggalkan Hollywood demi Menyelamatkan Pernikahan
Justin Bieber Makin...
Justin Bieber Makin Tertutup di Tengah Perilaku Aneh, Persempit Circle Pertemanan
Mengkhawatirkan, Indonesia...
Mengkhawatirkan, Indonesia Darurat Kesehatan Mental dan Kesadaran Digital
Remaja Diimbau Lakukan...
Remaja Diimbau Lakukan Deteksi Dini Cegah Masalah Kesehatan Mental
Pria Jepang Ini Bobol...
Pria Jepang Ini Bobol 1.000 Rumah sebagai Hobi untuk Lepas Stres
Rekomendasi
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Infografis
Lauren Sanchez, Jurnalis...
Lauren Sanchez, Jurnalis dan Pilot yang Taklukkan Hati Jeff Bezos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved