Menkes Budi Ungkap Alasan Kenapa Indonesia Harus Gercep dalam Proses Vaksinasi Covid-19
Sabtu, 30 Januari 2021 - 10:59 WIB
loading...
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia harus bergerak cepat dalam proses vaksinasi. / Foto: Ilustrasi/dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dilakukan secara bertahap, mulai dari tenaga kesehatan yang dianggap sebagai kelompok rentan, dilanjutkan dengan pekerja publik, lansia, dan masyarakat umum. Dijadwalkan hingga Maret 2022, total sasaran keseluruhan pelaksanaan vaksin Covid-19 di Indonesia mencapai 181.554.465.
Baca juga: Cegah Sakit Jantung Sejak Dini dengan Rutin Medical Check-up
Pada 27 Januari lalu, pemerintah telah melakukan vaksinasi tahap kedua. Sebelumnya vaksinasi tahap pertama yang menyasar nakes telah dilakukan 13 Januari 2021. Ini semua merupakan upaya pemerintah dalam menciptakan herd immunity sebagai langkah untuk memutus mata rantai Covid-19 di Tanah Air.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia harus bergerak cepat dalam proses vaksinasi. Pasalnya, sampai saat ini belum ada yang tahu berapa lama kekebalan vaksin itu bekerja, karena memang belum ada negara yang selesai secara lengkap dalam melakukan uji klinis tahap ketiganya.
"Kita tidak tahu apakah ini seperti vaksin meningitis yang hanya 2 tahun kekebalannya atau seperti vaksin hepatitis yang bisa lebih lama, atau vaksin influenza yang hanya bisa bertahan 12 bulan saja," ungkap Menkes Budi dalam Webinar Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit yang disiarkan langsung MNC Portal Indonesia, Sabtu (30/1/2021).
Baca juga: Cegah Sakit Jantung Sejak Dini dengan Rutin Medical Check-up
Pada 27 Januari lalu, pemerintah telah melakukan vaksinasi tahap kedua. Sebelumnya vaksinasi tahap pertama yang menyasar nakes telah dilakukan 13 Januari 2021. Ini semua merupakan upaya pemerintah dalam menciptakan herd immunity sebagai langkah untuk memutus mata rantai Covid-19 di Tanah Air.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia harus bergerak cepat dalam proses vaksinasi. Pasalnya, sampai saat ini belum ada yang tahu berapa lama kekebalan vaksin itu bekerja, karena memang belum ada negara yang selesai secara lengkap dalam melakukan uji klinis tahap ketiganya.
"Kita tidak tahu apakah ini seperti vaksin meningitis yang hanya 2 tahun kekebalannya atau seperti vaksin hepatitis yang bisa lebih lama, atau vaksin influenza yang hanya bisa bertahan 12 bulan saja," ungkap Menkes Budi dalam Webinar Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit yang disiarkan langsung MNC Portal Indonesia, Sabtu (30/1/2021).
Lihat Juga :