Sudah Lewati Berbagai Tahapan Pemeriksaan, ITAGI Yakin Vaksin Sinopharm Aman
Jum'at, 28 Mei 2021 - 00:12 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya pemeriksaan dari segi laboratorium, Dr. Julita menambahkan, pihak ITAGI juga melakukan audit literatur terhadap vaksin Sinopharm.
"Ini semua melalui kajian, semua vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia selain diperiksa semua dokumennya oleh Badan POM, Kemenkes, juga ITAGI itu melewati prosesnya panjang dan sangat teliti. Kalau Badan POM secara pemeriksaan lab, nah ITAGI kita review literature," terangnya.
Dokter Julita menegaskan, dari pantauan ITAGI sejauh 9 hari pelaksanaan program vaksin Gotong Royong belum ada laporan terjadi kasus efek samping (kejadian ikutan pasca imunisasi) serius dari vaksin Sinopharm.
Baca juga: Singapura Setujui Tes Covid-19 lewat Napas, Nunggu Hasilnya Cuma Semenit
"Sejauh ini belum ada laporan kejadian serius, ini belum ada. Ternyata dilakukan audit penilaian, kasus yang ada hasilnya kebanyakan ya karena komorbidnya (penyakit penyerta). Ini (vaksin Sinopharm) aman, ditunggu dari tanggal 18, sejauh ini enggak ada laporan, sudah 9 hari enggak ada laporan kejadian serius," tutup Dr. Julita.
"Ini semua melalui kajian, semua vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia selain diperiksa semua dokumennya oleh Badan POM, Kemenkes, juga ITAGI itu melewati prosesnya panjang dan sangat teliti. Kalau Badan POM secara pemeriksaan lab, nah ITAGI kita review literature," terangnya.
Dokter Julita menegaskan, dari pantauan ITAGI sejauh 9 hari pelaksanaan program vaksin Gotong Royong belum ada laporan terjadi kasus efek samping (kejadian ikutan pasca imunisasi) serius dari vaksin Sinopharm.
Baca juga: Singapura Setujui Tes Covid-19 lewat Napas, Nunggu Hasilnya Cuma Semenit
"Sejauh ini belum ada laporan kejadian serius, ini belum ada. Ternyata dilakukan audit penilaian, kasus yang ada hasilnya kebanyakan ya karena komorbidnya (penyakit penyerta). Ini (vaksin Sinopharm) aman, ditunggu dari tanggal 18, sejauh ini enggak ada laporan, sudah 9 hari enggak ada laporan kejadian serius," tutup Dr. Julita.
(nug)
Lihat Juga :