Masih Tertinggal, China Berupaya Keras Kembangkan Vaksin Covid-19

Minggu, 06 Juni 2021 - 05:35 WIB
loading...
Masih Tertinggal, China...
China sedang berusaha memperluas pengembangan vaksin Covid-19. / Foto: ilustrasi/RTE
A A A
JAKARTA - China sedang berusaha memperluas pengembangan vaksin Covid-19 . Saat ini sebanyak 20 kandidat pengembang vaksin Covid-19 sedang diuji dalam tahap uji klinis.

Baca juga: Kenakan Pakaian Serba Hitam, Ria Ricis Berdoa di Samping Pusara sang Ayah

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Direktur Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Medis dari Komisi Kesehatan Nasional, Zheng Zhongwei.

"China berada di phalanx pertama dunia dalam hal jumlah vaksin Covid-19. Kami sedang dalam proses. Meski demikian, kami harus mengakui bahwa perusahaan vaksin kami masih tertinggal dalam hal melakukan uji coba klinis internasional. Kami masih memiliki kekurangan dalam penelitian dasar beberapa teknologi baru," terang Zheng seperti dikutip South China Morning Post, Sabtu (5/6).

Dari 20 kandidat vaksin yang telah memasuki tahap klinis, delapan di antaranya telah disetujui untuk uji coba fase tiga di luar negeri. Saat ini China telah menyediakan lebih dari 350 juta dosis vaksin Covid-19 ke luar negeri pada 31 Mei 2021. Negeri irai Bambu tersebut juga telah memberikan 723,5 juta dosis vaksin secara nasional pada 3 Juni 2021.

Menurut Unicef, Amerika Serikat (AS) berada di puncak dunia sebagai rumah bagi 110 pengembang vaksin. Diikuti oleh 41 pengembang di China dan 22 di Kanada. Badan PBB mengatakan produsen dari berbagai negara mungkin bekerjasama dalam satu vaksin dan beberapa perusahaan mungkin memiliki banyak vaksin dalam pengembangan.

Saat ini, China telah memimpin dalam pasokan global vaksin Covid-19 yang dimulai sebelum dua produk vaksinnya terdaftar untuk penggunaan darurat (EUA) oleh World Health Organization (WHO). Isu keamanan vaksin yang melibakan industri farmasi lokal mengikis kepercayaan vaksin di negara tersebut.

Pada 2018 pembuat vaksin Changchun Changsheng Bio-technology ditemukan telah menjual lebih dari 250 ribu vaksin. Vaksin yang mereka produksi adalah vaksin DPT (Difteri-batuk-tetanus) yang dikhusukan untuk bayi.

Pada Mei 2020, Presiden China, Xi Jinping berjanji bahwa vaksin Covid-19 akan menjadi barang publik global selama masa pandemi. Negara tersebut telah mengembangkan vaksin berdasarkan empat platform teknologi, termasuk virus tradisional yang tidak aktif dan teknologi mRNA baru.

China juga telah meningkatkan kapasitas produksinya untuk memasok 1,4 miliar penduduk dan dunia. Sinopharm yang merupakan perusahaan milik pemerintah dapat memproduksi hingga 5 miliar dosis vaksin per tahun.

Tetapi vaksin China yang disetujui WHO tidak sesuai dengan efikasi vaksin mRNA yang lebih dari 90 persen dan digunakan secara luas di AS dan Eropa. Anak perusahaan Sinopharm di Beijing hanya memiliki vaksin dengan 79 persen efikasi dalam melawan penyakit simtomatik, sementara Sinovac 51 persen efektif, menurut WHO.

Mayor Jenderal Chen yang memimpin tim di Akademi Ilmu Kedokteran Militer ikut mengembangkan vaksin dengan perusahaan CanSino Biologics yang berbasis di Tianjin. Vaksin satu dosis tersebut adalah yang pertama diproduksi oleh tim dan disetujui untuk penggunaan umum pada Februari 2021. CanSino mengatakan vaksin sekali pakai itu 65,28 persen efektif dalam mencegah infeksi bergejala 28 hari setelah vaksinasi. Kesimpulan tersebut diperoleh menurut analisis sementara dari uji klinis fase 3.

Baca juga: Atta Halilintar Perkenalkan Klub Sepak Bolanya, AHHA PS Pati FC

Vaksin tersebut dapat disimpan dan dikirim pada suhu 2-8 derajat Celcius (38-46F). Sehingga lebih mudah diakses, terutama ke daerah dengan kesehatan masyarakat yang kurang terlayani. Vaksin itu dibangun di atas platform teknologi menggunakan vektor virus berbasis adenovirus yang telah dipelajari sejak 2003 dan menghasilkan vaksin Ebola.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vaksin Covid-19 Berbayar...
Vaksin Covid-19 Berbayar Ratusan Ribu Tahun Depan, Menkes Imbau Vaksinasi Sekarang Mumpung Gratis
Vaksin Booster Covid-19...
Vaksin Booster Covid-19 Tak Harus Sama dengan yang Primer, Begini Aturan Kombinasinya
Masih Haruskah Vaksin...
Masih Haruskah Vaksin Booster Meski 99,2% Warga RI Sudah Punya Antibodi Covid-19?
Pemerintah Siapkan Vaksin...
Pemerintah Siapkan Vaksin Booster Covid-19 Gratis untuk Masyarakat, Ini Sederet Manfaatnya!
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Kemenkes Minta Masyarakat Segera Vaksinasi
Vaksin dan Covid-19...
Vaksin dan Covid-19 Sebabkan Jumlah Sperma Pria Turun Drastis, yang Lagi Program Hamil Harus Tahu!
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Rekomendasi
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Berita Terkini
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved