Ledakan Covid-19 Bukan karena Program Vaksinasi, Begini Penjelasannya

Sabtu, 17 Juli 2021 - 18:06 WIB
loading...
Ledakan Covid-19 Bukan...
Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terjadi bukan karena program vaksinasi yang tidak efektif. / Foto: ilustrasi/ist
A A A
JAKARTA - Belum lama ini beredar kabar bahwa ada ketidakwajaran di balik meledaknya kasus Covid-19 yang terjadi di Tanah Air. Kabar tersebut mempertanyakan penyebab ledakan utama ledakan Covid-19 , padahal program vaksinasi Covd-19 yang dilakukan pemerintah terus berjalan. Tentunya kabar itu membuat cukup banyak masyarakat kebingungan dan mempertanyakan mengenai situasi yang terjadi saat ini.

Baca juga: Happy Weekend! Ini 5 Rekomendasi Tayangan Bertema Keluarga di Vision+

Lewat unggahan video di akun Instagram-nya, @dr.fajriaddai, Sabtu (17/7), Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Addaii menjelaskan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terjadi bukan karena program vaksinasi yang tidak efektif. Ledakan ini terjadi disebabkan karena faktor perilaku manusia yang tidak tertib.

Dokter Fajri juga menjelaskan mengenai program vaksinasi yang banyak dikaitkan dengan ledakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, vaksin tidak serta merta membuat orang langsung menjadi kebal terhadap suatu penyakit. Vaksin melatih sistem imun tubuh untuk mengenali virus dan mempersiapkan senjata antibodi serta sel imun lainnya sebelum serangan virus selanjutnya terjadi, tanpa orang tersebut harus merasakan sakit alami terlebih dulu.

"Saat virus menyerang di kemudian hari, antibodi bersama sel imun lain yang sudah terbentuk sebelumnya akan dengan cepat menurunkan jumlah virus sehingga gejala yg ditimbulkan akan lebih ringan serta risiko penularan, rawat inap dan kematian juga akan menurun," terang dr. Fajri dalam unggahannya.

Lebih lanjut, vaksin dapat menimbulkan perlindungan optimal apabila sebagian besar populasi sudah divaksin. Apabila 70-90% penduduk telah divaksin, penularan di suatu komunitas akan berkurang karena kekebalan kelompok telah terbentuk. Vaksin dapat menimbulkan perlindungan optimal apabila sebagian besar populasi sudah divaksin. Sejauh ini, cakupan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih rendah untuk mencapai kekebalan kelompok.

"Dari total target 181 juta jiwa, 28,3% telah disuntik minimal 1x dan 8,3% sudah disuntik 2x. Di sisi lain ledakan kasus terjadi diakibatkan oleh perilaku manusia yang menjadi penyebab utama terjadinya ledakan kasus di Indonesia. Di antaranya: mobilitas tinggi, rendahnya kedisiplinan protokol kesehatan masyarakat, dan cakupan vaksinasi yang masih rendah," sambungnya.

Selain itu, hadirnya varian baru seperti Alpha dan Delta yang telah terbukti memiliki tingkat penyebaran lebih tinggi. Gabungan dari semua kondisi tersebut akan membuka lebar kesempatan virus untuk menyebar secara ekstensif.

Baca juga: Penglihatan Kabur Gejala Utama Hipertensi, Tak Boleh Diabaikan

"Kesimpulannya, ledakan kasus Covid-19 pada dasarnya terjadi karena faktor perilaku manusia itu sendiri. Vaksinasi belum bisa mencegah terjadinya lonjakan kasus apabila cakupan program vaksinasi masih rendah seperti saat ini. Agar pandemi terkendali, dibutuhkan percepatan program vaksinasi, perubahan perilaku masyarakat akan protokol kesehatan 5M, dan di sisi lain, pemerintah terus menggalakan 3T," tuntasnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Izin Vaksin Campak untuk...
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Nakes
Klinik di Taiwan Kebanjiran...
Klinik di Taiwan Kebanjiran Permintaan Vaksinasi Flu usai Barbie Hsu Meninggal
Bagaimana Cara Peroleh...
Bagaimana Cara Peroleh Vaksin HPV? Lengkap dengan Kriteria yang Bisa Mendapatkannya
Penyebab dan Cara Mencegah...
Penyebab dan Cara Mencegah Infeksi Kulit, Jaga Kebersihan Pakaian hingga Vaksinasi
Sandiaga Uno Jawab Isu...
Sandiaga Uno Jawab Isu Vaksinasi Jadi Syarat Masuk Kawasan Wisata
Vaksin Covid-19 Berbayar...
Vaksin Covid-19 Berbayar Ratusan Ribu Tahun Depan, Menkes Imbau Vaksinasi Sekarang Mumpung Gratis
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Jakarta Masih Nihil...
Jakarta Masih Nihil Kasus Super Flu, Pramono Imbau Warga Vaksinasi demi Pencegahan
Rekomendasi
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved