Vaksinasi Jadi Syarat Sekolah Tatap Muka, Lantas Bagaimana jika Orang Tua Ogah Anaknya Divaksin?
Selasa, 24 Agustus 2021 - 16:51 WIB
loading...
Salah satu syarat agar sekolah tatap muka dapat diselenggarakan adalah semua siswa, guru, dan staf sudah divaksinasi Covid-19. / Foto: ilustrasi/
A
A
A
JAKARTA - Salah satu syarat agar sekolah tatap muka dapat diselenggarakan adalah semua siswa, guru, dan staf sudah divaksinasi Covid-19. Tapi, bagaimana jika orang tua melarang anaknya menerima vaksin?
Baca juga: Hingga saat Ini, Indonesia Sudah Menerima 130 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Ini tentu menjadi masalah yang cukup dilematis. Satu sisi si anak ingin sekali belajar langsung di sekolah, tapi sisi lain sekolah mengharuskan anak mendapat vaksin dulu, sedangkan orang tua belum siap anaknya divaksin.
Lantas, solusi konkret seperti apa yang harus dilakukan pihak sekolah atau pemangku kebijakan?
Menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban, masalah ini harus dilihat kasus per kasus. Namun, secara garis besar menyediakan konseling adalah upaya yang bisa dilakukan.
"Jadi, lakukan konseling saja dulu ke para orang tua yang tidak mengizinkan anaknya terima vaksin Covid-19. Ditanya kenapa tidak membolehkan anaknya terima vaksin sekaligus mengedukasi pentingnya vaksinasi di saat seperti ini," papar Prof Zubairi Djoerban di Instagram Live, Selasa (24/8).
Konseling atau penyuluhan ini, sambung Prof Beri, disediakan oleh tim yang dibentuk pemerintah daerah setempat dibantu juga konselor yang disediakan sekolah.
Baca juga: Hingga saat Ini, Indonesia Sudah Menerima 130 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Ini tentu menjadi masalah yang cukup dilematis. Satu sisi si anak ingin sekali belajar langsung di sekolah, tapi sisi lain sekolah mengharuskan anak mendapat vaksin dulu, sedangkan orang tua belum siap anaknya divaksin.
Lantas, solusi konkret seperti apa yang harus dilakukan pihak sekolah atau pemangku kebijakan?
Menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban, masalah ini harus dilihat kasus per kasus. Namun, secara garis besar menyediakan konseling adalah upaya yang bisa dilakukan.
"Jadi, lakukan konseling saja dulu ke para orang tua yang tidak mengizinkan anaknya terima vaksin Covid-19. Ditanya kenapa tidak membolehkan anaknya terima vaksin sekaligus mengedukasi pentingnya vaksinasi di saat seperti ini," papar Prof Zubairi Djoerban di Instagram Live, Selasa (24/8).
Konseling atau penyuluhan ini, sambung Prof Beri, disediakan oleh tim yang dibentuk pemerintah daerah setempat dibantu juga konselor yang disediakan sekolah.
Lihat Juga :