3 Kota dengan Janda Terbanyak di Kalimantan, Nomor 2 Penyebabnya Bikin Ngelus Dada

Sabtu, 23 Juli 2022 - 15:29 WIB
loading...
A A A
2. Samarinda

3 Kota dengan Janda Terbanyak di Kalimantan, Nomor 2 Penyebabnya Bikin Ngelus Dada

Foto/Travelerien

Kota dengan janda terbanyak di Kalimantan berikutnya ada Samarinda. Melansir situs resmi Kaltimprov, kota Samarinda mengalami angka perceraian tertinggi saat pandemi Covid-19. Kasus gugatan perceraian periode Januari hingga Juli 2021 untuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dikatakan terbanyak dari Pengadilan Agama Samarinda yakni 1.139 kasus.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Timur H. M. Manshur. Menurutnya, perceraian didominasi pada kasus cerai talak dan cerai gugat. Di mana cerai talak diajukan oleh suami dan cerai gugat yang diajukan oleh istri dan semua berakhir dengan perceraian.

Perceraian dan gugat cerai dari perempuan di Kalimantan Timur ini dikatakan cenderung terus meningkat di antaranya karena masalah ekonomi, pertengkaran, perselingkuhan atau orang ketiga, KDRT ditinggalkan pasangan, dan suami yang tidak bertanggung jawab mencari nafkah.

Berdasarkan data kasus perceraian di Kalimantan Timur tercatat pada 2018 1.582 kasus, 2019 1.808 kasus dan 2020 1.546 kasus. Di 2019 dan 2020 cerai gugat paling banyak dengan jumlah 346.086 dan cerai talak 119.442 kasus.

Baca Juga: 4 Kota di Jawa Timur dengan Janda Terbanyak, Nomor 2 Gugatan Cerai Didominasi Istri

3. Balikpapan

3 Kota dengan Janda Terbanyak di Kalimantan, Nomor 2 Penyebabnya Bikin Ngelus Dada

Foto/Niaga Asia

Kota dengan janda terbanyak di Kalimantan terakhir ada Balikpapan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pengadilan Agama Balikpapan pada 2021, ada 524 perkara cerai talak yang masuk ke pengadilan agama, dan ada 1.492 perkara cerai gugat yang ditangani Pengadilan Agama.

Sementara untuk 2022 hingga bulan Mei, perkara cerai talak ada 179 kasus, dan cerai gugat ada 564 kasus atau total ada 743 kasus. Penyebab utamanya adalah masalah ekonomi yang terdampak dari pandemi Covid-19.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2819 seconds (11.97#12.26)