Peran Gizi dalam Pencegahan Hipertensi dan Peningkatan Kualitas Hidup Lansia
Rabu, 10 Agustus 2022 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu faktor penyebab hipertensi yang tak bisa dikendalikan adalah bertambahnya usia. Faktor usia memang bisa jadi penyebab hipertensi pada lansia. Namun, bukan berarti masalah kesehatan ini tidak bisa dicegah. Mengganti dan memperbaiki asupan makanan dengan makanan yang bergizi seimbang menjadi salah satu caranya.
Turunnya nafsu makan pada lansia menjadi tantangan tersendiri, karena seiring bertambahnya usia lansia mengalami penurunan nafsu makan (pengurangan jumlah asupan makan dan jenis makanan tertentu). Selain itu, konsumsi makanan yang tidak sehat dengan mengonsumsi gula, natrium, dan lemak berlebih menjadi masalah gizi lain dari lansia.
Webinar ini merupakan kelanjutan dari penelitian Elderly Project yang dilakukan oleh PT Ajinomoto Indonesia bersama tim peneliti dari Universitas Gajah Mada yang dikepalai oleh Dr. Toto Sudargo, M.Kes.
Elderly Project dilakukan pada Oktober 2021-Januari 2022 dengan metode purposive sampling, yang lokasi penelitiannya dilakukan di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Unit Abiyoso dan BPSTW Budi Luhur – Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian program makanan dengan kandungan tinggi protein, energi, vitamin, dan mineral tetapi rendah garam, gula, dan lemak, serta Pendidikan gizi dapat meningkatkan status gizi lansia yang berujung pada peningkatan kualitas hidup mereka.
“Study Elderly Project ini menunjukkan bahwa setelah diberikan program pemberian makan pada lansia dan pendidikan gizi, terjadi penurunan yang signifikan pada kadar gula darah. Hal itu ditunjukkan dari persentase pria lansia yang memiliki nilai HbA1C pada kelompok diabetik, yakni sebesar 52.9% turun menjadi 23.5% serta peningkatan pada kelompok normal dengan persentase yaitu 14.7% naik menjadi 47.1%," ungkap Dr. Toto.
Turunnya nafsu makan pada lansia menjadi tantangan tersendiri, karena seiring bertambahnya usia lansia mengalami penurunan nafsu makan (pengurangan jumlah asupan makan dan jenis makanan tertentu). Selain itu, konsumsi makanan yang tidak sehat dengan mengonsumsi gula, natrium, dan lemak berlebih menjadi masalah gizi lain dari lansia.
Webinar ini merupakan kelanjutan dari penelitian Elderly Project yang dilakukan oleh PT Ajinomoto Indonesia bersama tim peneliti dari Universitas Gajah Mada yang dikepalai oleh Dr. Toto Sudargo, M.Kes.
Elderly Project dilakukan pada Oktober 2021-Januari 2022 dengan metode purposive sampling, yang lokasi penelitiannya dilakukan di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Unit Abiyoso dan BPSTW Budi Luhur – Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian program makanan dengan kandungan tinggi protein, energi, vitamin, dan mineral tetapi rendah garam, gula, dan lemak, serta Pendidikan gizi dapat meningkatkan status gizi lansia yang berujung pada peningkatan kualitas hidup mereka.
“Study Elderly Project ini menunjukkan bahwa setelah diberikan program pemberian makan pada lansia dan pendidikan gizi, terjadi penurunan yang signifikan pada kadar gula darah. Hal itu ditunjukkan dari persentase pria lansia yang memiliki nilai HbA1C pada kelompok diabetik, yakni sebesar 52.9% turun menjadi 23.5% serta peningkatan pada kelompok normal dengan persentase yaitu 14.7% naik menjadi 47.1%," ungkap Dr. Toto.
Lihat Juga :