Menkes Sebut Penyebab Gagal Ginjal Akut pada Anak Kemungkinan Besar Memang Obat Sirup

Minggu, 30 Oktober 2022 - 09:25 WIB
loading...
Menkes Sebut Penyebab...
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyakit gagal ginjal akut misterius pada anak-anak di Indonesia kemungkinan besar disebabkan oleh obat sirup. Foto/Dok Sekretariat Kabinet
A A A
JAKARTA - Penyakit gagal ginjal akut misterius pada anak-anak di Indonesia kemungkinan besar disebabkan oleh obat sirup.

Hal itu dikatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. "Penyebabnya kita sudah hampir kemungkinan besar ya, kemungkinannya tinggi sekali, itu disebabkan oleh obat (sirup)," ujar Menkes Budi di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (30/10/2022).

Kesimpulan tersebut, kata Menkes, bisa terlihat dari dampak pemberhentian obat sirup belakangan ini. Kebijakan itu berdampak pada jumlah pasien gagal ginjal akut yang masuk rumah sakit menurun sekitar 95%.

Ditambah lagi, menurut hasil penelusuran yang dilakukan Kementerian Kesehatan, ditemukan pula obat sirup yang mengandung cemaran etilen glikol yang berlebihan setelah dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Menkes: Pasien Penyakit Kritis Boleh Minum Obat Sirup

"Kenapa kita lihat demikian? Karena begitu obat itu diberhentikan, turunnya lebih dari 95 persen yang masuk rumah sakit. Dan dari obat-obat yang kita cari di rumah-rumah yang sakit, memang setelah kita periksa, ada unsur kimia yang berbahaya," jelas Menkes.

Pemberhentian hingga melarang tenaga kesehatan atau dokter meresepkan obat sirup berdasarkan surat edaran Kemenkes RI nomor SR.01.05/III/3461/2022. Surat tersebut terkait Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

"Tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sebagai alternatif dapat gunakan tablet, kapsul, psotitoria atau lainnya," demikian pernyataan Kemenkes pekan lalu.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Kembangkan...
Indonesia Kembangkan Vaksin Berteknologi mRNA untuk Antisipasi Penyakit DBD
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Menkes Ingatkan Bahaya...
Menkes Ingatkan Bahaya Cara Masak Daging Kambing yang Salah saat Iduladha
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Rekomendasi
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Berita Terkini
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
PRIMARIA FEST Sukabumi...
PRIMARIA FEST Sukabumi 2026 Satukan Ribuan Penikmat Indonesian Bounce Music
Inovasi Bahan Masak...
Inovasi Bahan Masak Dorong Kreativitas Pelaku Industri Kuliner
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Infografis
Penyebab 135 Anak di...
Penyebab 135 Anak di Bojonegoro Nikah Dini pada Januari-April 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved