Putus Mata Rantai COVID-19, Ketua Satgas IDI Serukan Masyarakat Ibadah di Rumah Saja
Kamis, 08 Juli 2021 - 23:40 WIB
Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews
JAKARTA - Lonjakan kasus COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini membawa kekhawatiran bagi mereka yang harus keluar rumah, salah satunya untuk beribadah.
Padahal pemerintah dalam kebijakan PPKM Darurat menyatakan bahwa rumah ibadah di wilayah penerapan aturan tidak boleh buka untuk sementara waktu. Ini diharapkan dapat menekan penyebaran COVID-19 di masyarakat.
Baca Juga: Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Jadi Tersangka Narkoba, Ini Saran Psikolog untuk Anak Mereka
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait angka positif harian per 8 Juli 2021 menyatakan, terjadi penambahan kasus sebanyak 38.391 kasus dengan begitu totalnya 2.417.788 kasus positif COVID-19. Untuk data sembuh naik sebanyak 21.185 kasus dan yang meninggal dunia ada 852 kasus.
Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban pun mengajak masyarakat saat ini tidak beribadah di luar rumah demi menurunkan risiko penyebaran yang bisa terjadi di rumah ibadah.
"Mari ibadah di rumah saja sementara ini. Penularan COVID-19 sedang begitu tinggi, jangan dulu ke masjid, gereja, wihara, dan rumah ibadah lain," katanya di media sosial, Kamis (8/7).
Padahal pemerintah dalam kebijakan PPKM Darurat menyatakan bahwa rumah ibadah di wilayah penerapan aturan tidak boleh buka untuk sementara waktu. Ini diharapkan dapat menekan penyebaran COVID-19 di masyarakat.
Baca Juga: Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Jadi Tersangka Narkoba, Ini Saran Psikolog untuk Anak Mereka
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait angka positif harian per 8 Juli 2021 menyatakan, terjadi penambahan kasus sebanyak 38.391 kasus dengan begitu totalnya 2.417.788 kasus positif COVID-19. Untuk data sembuh naik sebanyak 21.185 kasus dan yang meninggal dunia ada 852 kasus.
Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban pun mengajak masyarakat saat ini tidak beribadah di luar rumah demi menurunkan risiko penyebaran yang bisa terjadi di rumah ibadah.
"Mari ibadah di rumah saja sementara ini. Penularan COVID-19 sedang begitu tinggi, jangan dulu ke masjid, gereja, wihara, dan rumah ibadah lain," katanya di media sosial, Kamis (8/7).
Lihat Juga :