Deteksi Kanker Prostat dengan Teknologi Robotik
Minggu, 20 September 2020 - 16:45 WIB
loading...
Sebagian besar pasien kanker prostat didiagnosis pada stadium lanjut karena deteksi dininya belum optimal di Indonesia. Foto Ilustrasi/Provision Healthcare
A
A
A
JAKARTA - Menurut data Global Burden of Cancer Study (GLOBOCAN) 2018, kanker prostat menempati urutan ketiga (13,5 %) dari sepuluh kanker terbanyak di seluruh dunia pada pria. Kanker prostat merupakan kanker nomor dua tersering pada pria setelah kanker paru-paru.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pada 2013 diperkirakan terdapat sekitar 25.012 jiwa penderita kanker prostat di Indonesia (0,2%). Namun, sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut karena deteksi dini kasus kanker prostat belum optimal di Indonesia. (Baca Juga: Bayer dan YKI Wadahi Masyarakat untuk Laporkan Efek Samping Obat )
Teknologi biopsi prostat robotik dapat meningkatkan keakuratan operasi dan meningkatkan angka deteksi diagnosa kanker prostat yang signifikan secara klinis. Teknologi ini memungkinkan tindakan pengambilan jaringan pada prostat (kelenjar pada pria) karena adanya indikasi kecurigaan keganasan.
Spesalis Urologi RSUI dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U menjelaskan bahwa keunggulan menggunakan alat robotik untuk menangani kanker prostat adalah tingginya tingkat akurasi daripada bila tanpa menggunakan alat tersebut.
“Karena dapat mengombinasi data MRI (magnetic resonance imaging) serta USG (ultrasonography) untuk menentukan lesi (area) yang dicurigai sebagai sel kanker dan fokus membiopsi lesi tersebut,” jelasnya.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pada 2013 diperkirakan terdapat sekitar 25.012 jiwa penderita kanker prostat di Indonesia (0,2%). Namun, sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut karena deteksi dini kasus kanker prostat belum optimal di Indonesia. (Baca Juga: Bayer dan YKI Wadahi Masyarakat untuk Laporkan Efek Samping Obat )
Teknologi biopsi prostat robotik dapat meningkatkan keakuratan operasi dan meningkatkan angka deteksi diagnosa kanker prostat yang signifikan secara klinis. Teknologi ini memungkinkan tindakan pengambilan jaringan pada prostat (kelenjar pada pria) karena adanya indikasi kecurigaan keganasan.
Spesalis Urologi RSUI dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U menjelaskan bahwa keunggulan menggunakan alat robotik untuk menangani kanker prostat adalah tingginya tingkat akurasi daripada bila tanpa menggunakan alat tersebut.
“Karena dapat mengombinasi data MRI (magnetic resonance imaging) serta USG (ultrasonography) untuk menentukan lesi (area) yang dicurigai sebagai sel kanker dan fokus membiopsi lesi tersebut,” jelasnya.
Lihat Juga :