Gangguan Kesehatan Mengancam Dibalik Hobi Bersepeda
Selasa, 23 Februari 2021 - 17:25 WIB
loading...
Memegang handle bar sepeda terlalu lama bisa berisiko menyebabkan cidera jari. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang digandrungi, karena banyak orang mulai jenuh berdiam diri di rumah ketika masa pandemi. Namun Dr. Oryza Satria, Sp.OT (K) Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Hand & Microsurgery RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, mengingatkan ada gangguan kesehatan yang bisa dialami dari hobi bersepeda. Kondisi ini dinamakan dengancyclist’s palsy atau cidera jari tangan akibat bersepeda.Apabila saat dan setelah bersepeda Anda merasakan jari manis dan kelingking tidak nyaman, hal ini biasanya disebabkan karena ulnar nerve, saraf yang mempersarafi kelingking dan jari manis, dan melewati pergelangan tangan melalui sebuah terowongan (Guyon canal), tertekan akibat terlalu lama berpegangan dengan handle bar.
Kondisi ini disebut juga dengan Guyon canal syndrome, kalau terjadi pada pesepeda disebut cyclist’s palsy. “Hati-hati, posisi tangan yang salah dapat meningkatkan risiko terjadinya cyclist’s palsy,” tegas dr. Oryza.
Baca Juga : Studi: Berjalan dengan Langkah yang Cepat Berpeluang Perpanjang Hidup
Cyclist’s palsy kerap disamakan dengan CTS (carpal tunnel syndrome). Padahal, sebenarnya terdapat perbedaan antar keduanya. Gejala CTS terjadi pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis, sementara gejala cyclist’s palsy hanya pada jari manis dan kelingking saja. Gejalanya juga spesifik terjadi saat atau setelah bersepeda.
Anda akan mengalami kebas, kesemutan, nyeri, kram, atau kelemahan pada kedua jari. Hal ini dapat mengakibatkan kekuatan genggaman menjadi lemah. Gejala ini pun akan berbeda-beda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahannya.Gangguan sensorik seperti kesemutan dan mati rasa pada jari manis dan jari kelingking akan terasa dan mudah hilang 1 – 2 hari setelah bersepeda.
Kondisi ini disebut juga dengan Guyon canal syndrome, kalau terjadi pada pesepeda disebut cyclist’s palsy. “Hati-hati, posisi tangan yang salah dapat meningkatkan risiko terjadinya cyclist’s palsy,” tegas dr. Oryza.
Baca Juga : Studi: Berjalan dengan Langkah yang Cepat Berpeluang Perpanjang Hidup
Cyclist’s palsy kerap disamakan dengan CTS (carpal tunnel syndrome). Padahal, sebenarnya terdapat perbedaan antar keduanya. Gejala CTS terjadi pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis, sementara gejala cyclist’s palsy hanya pada jari manis dan kelingking saja. Gejalanya juga spesifik terjadi saat atau setelah bersepeda.
Anda akan mengalami kebas, kesemutan, nyeri, kram, atau kelemahan pada kedua jari. Hal ini dapat mengakibatkan kekuatan genggaman menjadi lemah. Gejala ini pun akan berbeda-beda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahannya.Gangguan sensorik seperti kesemutan dan mati rasa pada jari manis dan jari kelingking akan terasa dan mudah hilang 1 – 2 hari setelah bersepeda.
Lihat Juga :