Dukung Pelestarian Satwa Liar, JAQS Lakukan Pelepasliaran Penyu dan Tukik
Sabtu, 05 Juni 2021 - 18:33 WIB
loading...
A
A
A
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Pulau Panggang, Iskandar mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut, sebagai salah satu upaya mempromosikan Pesona Pariwisata Kepulauan Seribu di mana kawasan Kepulauanmemiliki potensi untuk dikembangkan. "Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik bagi pengembangan pariwisata yang berbasiskan masyarakat. Dan kegiatan tersebut dapat berkelanjutan," harap Iskandar.
Puteri Indonesia Lingkungan 2020, Putu Ayu Saraswati menyatakan kegembiraannya ketika terpilih mendampingi JAQS dalam pelepasliaran penyu ini.
"Pulau Seribu bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga kombinasi untuk edukasi, konservasi yang berdampak baik untuk lingkungan sekitar. Karena itu saya senang, ketika JAQS mengajak saya untuk berpartisipasi dalam pelepasliaran penyu ini demi pelestarian satwa dan lingkungan. Jika kita dapat menjaga satwa dan lingkungan dengan baik tentu akan berdampak secara ekonomi, sosial dan juga budaya," tuturnya.
Selain pelepasan penyu, kegiatan lainnya adalah penanaman mangrove dilakukan di Pulau Pramuka sebanyak 50 batang, satu frame transplantasi tanam lamun. "Selain pelepas liaran tukik, kami juga melakukan penanaman mangrove bersama Puteri Indonesia Lingkungan 2020, kemudian tanam lamun," kata Kepala SPTN Wilayah III Pulau Pramuka Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Kusminardi.
Baca juga: Tingkatkan Kesehatan Jantung dengan Mengonsumsi Omega-3
Siapapun bisa mendukung aksi pelestarian satwa Jakarta Aquarium & Safari dengan berkunjung ke Lembaga Konservasi sekaligus tempat rekreasi yang terletak di Neo Soho Mall, Jakarta Barat. Buka setiap hari pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Puteri Indonesia Lingkungan 2020, Putu Ayu Saraswati menyatakan kegembiraannya ketika terpilih mendampingi JAQS dalam pelepasliaran penyu ini.
"Pulau Seribu bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga kombinasi untuk edukasi, konservasi yang berdampak baik untuk lingkungan sekitar. Karena itu saya senang, ketika JAQS mengajak saya untuk berpartisipasi dalam pelepasliaran penyu ini demi pelestarian satwa dan lingkungan. Jika kita dapat menjaga satwa dan lingkungan dengan baik tentu akan berdampak secara ekonomi, sosial dan juga budaya," tuturnya.
Selain pelepasan penyu, kegiatan lainnya adalah penanaman mangrove dilakukan di Pulau Pramuka sebanyak 50 batang, satu frame transplantasi tanam lamun. "Selain pelepas liaran tukik, kami juga melakukan penanaman mangrove bersama Puteri Indonesia Lingkungan 2020, kemudian tanam lamun," kata Kepala SPTN Wilayah III Pulau Pramuka Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Kusminardi.
Baca juga: Tingkatkan Kesehatan Jantung dengan Mengonsumsi Omega-3
Siapapun bisa mendukung aksi pelestarian satwa Jakarta Aquarium & Safari dengan berkunjung ke Lembaga Konservasi sekaligus tempat rekreasi yang terletak di Neo Soho Mall, Jakarta Barat. Buka setiap hari pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.
(nug)
Lihat Juga :