Nyaris Gulung Tikar, Kopi Aroma Bandung Tetap Laris Jelang Satu Abad

Minggu, 11 September 2022 - 19:20 WIB
loading...
Nyaris Gulung Tikar,...
Wangi kopi merebak saat MNC Portal Indonesia (MPI) memasuki Toko dan Pabrik Kopi Aroma yang legendaris di Kota Bandung. Foto/Fitri Rachmawati/MPI
A A A
BANDUNG - Wangi kopi merebak saat MNC Portal Indonesia (MPI) memasuki Toko dan Pabrik Kopi Aroma yang legendaris di Kota Bandung. Pusat pengolahan dan penjualan kopi tersebut berdiri sejak 1930 dan tetap laris hingga kini. Penggemar fanatiknya ada di mana-mana. Wisatawan pun banyak yang menjadikan Kopi Aroma sebagai oleh-oleh.

Arsitektur bangunan Toko dan Pabrik Kopi Aroma bergaya art deco dari masa kolonial. Itu menjadikannya sebagai cagar budaya. Lokasi bangunan berada di sudut Jalan Banceuy dan Jalan Pecinan Lama, kawasan sibuk di pusat Kota Kembang. Terdapat tulisan besar “Aroma, Paberik - Kopi” pada bagian atas bangunan.

Pejalan kaki yang melintasi trotoar di depan toko bisa dengan jelas melihat kegiatan penimbangan dan pengemasan kopi dari balik kaca jendela.

Di antara timbangan dan mesin-mesin penggiling kopi tempo dulu dalam ruangan berukuran sekitar 6x6 meter itu, Widyapratama, 75 tahun, pemilik Kopi Aroma, menyambut MPI.

Baca Juga: Wika Salim Rambah Bisnis Kedai Kopi, Buka 26 Coffee di Bandung

“Kami mempertahankan semua cara tradisional dalam pengolahan biji kopi di sini. Tanpa bahan kimia dan tambahan lain apalagi pewangi. Semua asli dan murni. Inilah tantangan sekaligus ciri khas Kopi Aroma,” tutur Widya yang setiap pagi masih terlibat dalam proses sangrai biji-biji kopi pilihan di pabriknya.

Dia menjelaskan, semua biji kopi di sana dierami hingga bertahun-tahun sebelum diolah untuk proses penuaan yang maksimal. Hasil penuaan ini sangat mempengaruhi mutu, rasa, dan aroma.

Kopi jenis mokka arabika, misalnya. Setelah dijemur hingga benar-benar kering, biji kopi arabika dari wilayah Priangan, Jawa, Aceh, Medan, Toraja, Flores dan Timur ini dierami hingga delapan tahun. Pada waktunya, biji-biji kopi tersebut kemudian disangrai menggunakan mesin roasting tua buatan Jerman. “Selain wangi yang khas, rasa asamnya lebih lembut dan rendah kafein,” jelas Widya.

Sementara itu, untuk jenis robusta, biji kopi yang dibeli langsung dari para petani langganannya dierami dulu selama lima tahun. Biji kopi robusta dipilih dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Bengkulu dan Lampung. Proses sangrainya juga dua jam menghasilkan kopi yang lebih unggul di rasa pahit dan memiliki kadar kafein tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Bahan Baku Naik,...
Harga Bahan Baku Naik, CW Coffee Justru Luncurkan 4 Menu Baru Seri Tunjangan Produktif
5 Kedai Kopi Legendaris...
5 Kedai Kopi Legendaris di Bandung yang Penuh Sejarah, Nomor 3 Nyaris 100 Tahun
Bela Palestina, Umi...
Bela Palestina, Umi Pipik Serukan Boikot Kedai Kopi Ternama yang Diduga Terafiliasi dengan Israel
Kama Ruang, Tempat Nongkrong...
Kama Ruang, Tempat Nongkrong Baru yang Padukan Kuliner dan Hiburan
Kedai Kopi Milik Chicco...
Kedai Kopi Milik Chicco Jerikho Kebakaran, Tak Ada Korban Jiwa
5 Rekomendasi Coffee...
5 Rekomendasi Coffee Shop di Bekasi, Mana Favoritmu?
Starbucks Bakal Tutup...
Starbucks Bakal Tutup 100 Kedai Kopi, Berikut Rinciannya
Kedai Kopi di Melawai...
Kedai Kopi di Melawai Kebakaran, 21 Unit Mobil Damkar Dikerahkan
Dari Balik Mesin Espresso...
Dari Balik Mesin Espresso ke Kursi CEO Flash Coffee
Rekomendasi
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Berita Terkini
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Suka Takut Minum Vitamin...
Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Infografis
50 Mazda MX-5 Spesial...
50 Mazda MX-5 Spesial Gratis untuk Rayakan Satu Abad Mazda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved