Sesuaikan Musim , Snugg Rilis Pakaian dengan Teknologi Anti Bau dan Anti Bakteri
Senin, 15 Februari 2021 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
“Kami sadar bahwa menciptakan sebuah produk fashion berkualitas premium tidak hanya membutuhkan desain apik, tapi juga pemahaman intensif terkait bisnis, produk, dan tentunya kanal teknologi yang akan membantu meningkatkan pemasaran,” jelas founder Snugg, Elisabeth Kurniawan melalui siaran resminya, Senin (15/2).
Bakteri akan lebih mudah berkembang pada kisaran suhu 4 derajat Celcius - 60 derajat Celcius, dan tumbuh dua kali lipat lebih banyak setiap 20 menit. Sementara data dari 84 stasiun pengamatan BMKG mengatakan bahwa suhu rata-rata bulan Januari 2021 di Indonesia adalah 26.5 derajat Celcius. Menjelang musim kemarau yang biasa terjadi pada bulan April hingga Oktober, suhu akan meningkat hingga 34 derajat Celcius - 36 derajat Celcius dengan kelembaban udara berkisar pada 80% - 100%
Baca juga : Menu Unik, Raffles Jakarta Hadirkan Hidangan Angus Beef Berbahan Arang
Perpaduan antara suhu udara dan tingkat kelembaban udara tinggi membuat tubuh lebih banyak menghasilkan keringat agar suhu tubuh tetap terjaga normal. Keringat pada dasarnya tidak berbau, tetapi perpaduan keringat dan bakteri pada kulit bisa menyebabkan bau badan.
“Kami ingin menciptakan sebuah pakaian yang mampu memberikan kenyamanan bagi tiap pemakai. Suhu udara di Indonesia cenderung tinggi, tetapi hujan yang turun tanpa henti juga membuat masyarakat membutuhkan pakaian hangat yang bisa membuat mereka merasa nyaman saat beraktivitas. Namun kami paham bahwa pakaian hangat seringkali memicu keringat berlebih, yang ketika berpadu dengan bakteri pada kulit bisa menimbulkan bau badan,” kata Elisabeth.
Baca juga : Bertabur Bintang, Ini Dia Daftar Penyanyi yang Akan Ada di YouTube Music Night Nanti!
Bakteri akan lebih mudah berkembang pada kisaran suhu 4 derajat Celcius - 60 derajat Celcius, dan tumbuh dua kali lipat lebih banyak setiap 20 menit. Sementara data dari 84 stasiun pengamatan BMKG mengatakan bahwa suhu rata-rata bulan Januari 2021 di Indonesia adalah 26.5 derajat Celcius. Menjelang musim kemarau yang biasa terjadi pada bulan April hingga Oktober, suhu akan meningkat hingga 34 derajat Celcius - 36 derajat Celcius dengan kelembaban udara berkisar pada 80% - 100%
Baca juga : Menu Unik, Raffles Jakarta Hadirkan Hidangan Angus Beef Berbahan Arang
Perpaduan antara suhu udara dan tingkat kelembaban udara tinggi membuat tubuh lebih banyak menghasilkan keringat agar suhu tubuh tetap terjaga normal. Keringat pada dasarnya tidak berbau, tetapi perpaduan keringat dan bakteri pada kulit bisa menyebabkan bau badan.
“Kami ingin menciptakan sebuah pakaian yang mampu memberikan kenyamanan bagi tiap pemakai. Suhu udara di Indonesia cenderung tinggi, tetapi hujan yang turun tanpa henti juga membuat masyarakat membutuhkan pakaian hangat yang bisa membuat mereka merasa nyaman saat beraktivitas. Namun kami paham bahwa pakaian hangat seringkali memicu keringat berlebih, yang ketika berpadu dengan bakteri pada kulit bisa menimbulkan bau badan,” kata Elisabeth.
Baca juga : Bertabur Bintang, Ini Dia Daftar Penyanyi yang Akan Ada di YouTube Music Night Nanti!
Lihat Juga :