Percepat Penurunan Stunting dengan Satu Desa Satu Bidan
Jum'at, 03 September 2021 - 10:17 WIB
loading...
BKKBN terus berupaya mengentaskan masalah Stunting, salah satunya mengharapkan satu desa punya satu bidan. / Foto: ilustrasi/dok. MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Stunting masih menjadi masalah besar di Indonesia. Padahal, mimpi negara ini adalah memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.
Baca juga: Diabetes Tipe 2, Ide Sarapan Terbaik untuk Turunkan Gula Darah
Karena itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) terus berupaya mengentaskan masalah, salah satunya mengharapkan satu desa punya satu bidan. Hal ini diyakini dapat mempercepat penurunan angka stunting.
"Isu stunting di tingkat pusat hingga Kabupaten/Kota sudah cukup mendapat perhatian tinggi, namun di tingkat desa untuk perubahan perilaku pelayanan kesehatan terkait pencegahan stunting seperti layanan 'antenatal care' atau pemeriksaan kehamilan, atau perawatan bayi baru lahir, masih belum terasa gaungnya," ungkap Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo ketika audiensi dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Kantor Kementerian Kesehatan, belum lama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto menyampaikan rencana aksi nasional yang akan dilaksanakan untuk percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga berisiko di antaranya melalui penyediaan data keluarga berisiko stunting, pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan calon pengantin atau calon PUS, 'surveilans' keluarga berisiko stunting, dan audit kasus stunting.
Baca juga: Diabetes Tipe 2, Ide Sarapan Terbaik untuk Turunkan Gula Darah
Karena itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) terus berupaya mengentaskan masalah, salah satunya mengharapkan satu desa punya satu bidan. Hal ini diyakini dapat mempercepat penurunan angka stunting.
"Isu stunting di tingkat pusat hingga Kabupaten/Kota sudah cukup mendapat perhatian tinggi, namun di tingkat desa untuk perubahan perilaku pelayanan kesehatan terkait pencegahan stunting seperti layanan 'antenatal care' atau pemeriksaan kehamilan, atau perawatan bayi baru lahir, masih belum terasa gaungnya," ungkap Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo ketika audiensi dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Kantor Kementerian Kesehatan, belum lama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto menyampaikan rencana aksi nasional yang akan dilaksanakan untuk percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga berisiko di antaranya melalui penyediaan data keluarga berisiko stunting, pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan calon pengantin atau calon PUS, 'surveilans' keluarga berisiko stunting, dan audit kasus stunting.
Lihat Juga :