Kisah Backpacker Bapak Healing Indonesia yang Jelajah Tanah Air Sendirian
loading...
A
A
A
Dalam misinya mengelilingi Indonesia, Firdan hanya bepergian seorang diri dan tentunya ditemani oleh ransel abu-abunya sejak 6 tahun lalu. Ia selalu memanfaatkan transportasi publik dari satu tempat ke tempat lain untuk bisa sampai ke tempat tujuan. Tak jarang dirinya juga menumpang mobil-mobil yang melintasinya.
Foto/YouTube Bapak Healing Indonesia
Dalam video terakhir yang ia unggah pada 14 Desember 2022, ia membagikan kisah perjalanannya dari Tual, Maluku Tenggara menuju ke Merauke, Papua. Menggunakan sebuah kapal laut dengan waktu tempuh selama empat hari menuju Papua. Berbeda dengan perjalanan Firdan sebelumnya, kali ini ia ditemani dengan seorang wanita bernama Laila yang ingin mengunjungi Merauke, Papua.
Tiba di Papua, kapal berlabuh dan para porter sudah berjaga di bawah anak tangga. Setelah pintu dibuka, dengan sigap dan cekatan para porter berlarian menjemput rezeki dari para penumpang yang mungkin ingin memakai jasa mereka. Firdan akhirnya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Papua.
Namun, perjalanan belum usai karena kota tujuan Firdan masih cukup jauh. Dari Pelabuhan Pomako, masih ada satu setengah jam untuk bisa tiba di Timika. Dari Pomako, Firdan dan Laila tiba di Agats. Tak hanya berdiam diri di dalam kapal, keduanya kembali turun dan berjalan menyusuri distrik Agats atau Asmat.
Di sana mereka dibuat takjub dengan rumah-rumah di sekitarnya berupa rumah panggung. Tak jauh melangkah, Firdan melihat pemandangan unik lainnya di mana masyarakat setempat yang memodif kendaraan beroda duanya menjadi motor listrik sehingga suara khas dari motor-motor ini tak terdengar sama sekali.
Kembali lagi ke kapal, Firdan mencoba untuk menikmati perjalanannya menuju Merauke selama dua hari. Mulai dari makan, tidur, bersenda gurau dengan masyarakat lokal di kapal juga dirinya lakukan. Salah satu hal yang mengesankan bagi dirinya dalam perjalanan menuju Merauke adalah momen melihat matahari terbenam di tengah-tengah lautan, dan secara perlahan seakan-akan tenggelam di dalam luasnya samudra.
Tak terasa perjalanan menuju Merauke pun berakhir, cahaya matahari telah berganti dengan terangnya sinar bulan. Perjalanan pun terhenti sementara di sebuah rumah dinas teman Laila yang menyediakan tempat bermalam bagi Laila dan teman barunya, Firdan.
Foto/YouTube Bapak Healing Indonesia
Dalam video terakhir yang ia unggah pada 14 Desember 2022, ia membagikan kisah perjalanannya dari Tual, Maluku Tenggara menuju ke Merauke, Papua. Menggunakan sebuah kapal laut dengan waktu tempuh selama empat hari menuju Papua. Berbeda dengan perjalanan Firdan sebelumnya, kali ini ia ditemani dengan seorang wanita bernama Laila yang ingin mengunjungi Merauke, Papua.
Tiba di Papua, kapal berlabuh dan para porter sudah berjaga di bawah anak tangga. Setelah pintu dibuka, dengan sigap dan cekatan para porter berlarian menjemput rezeki dari para penumpang yang mungkin ingin memakai jasa mereka. Firdan akhirnya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Papua.
Namun, perjalanan belum usai karena kota tujuan Firdan masih cukup jauh. Dari Pelabuhan Pomako, masih ada satu setengah jam untuk bisa tiba di Timika. Dari Pomako, Firdan dan Laila tiba di Agats. Tak hanya berdiam diri di dalam kapal, keduanya kembali turun dan berjalan menyusuri distrik Agats atau Asmat.
Di sana mereka dibuat takjub dengan rumah-rumah di sekitarnya berupa rumah panggung. Tak jauh melangkah, Firdan melihat pemandangan unik lainnya di mana masyarakat setempat yang memodif kendaraan beroda duanya menjadi motor listrik sehingga suara khas dari motor-motor ini tak terdengar sama sekali.
Kembali lagi ke kapal, Firdan mencoba untuk menikmati perjalanannya menuju Merauke selama dua hari. Mulai dari makan, tidur, bersenda gurau dengan masyarakat lokal di kapal juga dirinya lakukan. Salah satu hal yang mengesankan bagi dirinya dalam perjalanan menuju Merauke adalah momen melihat matahari terbenam di tengah-tengah lautan, dan secara perlahan seakan-akan tenggelam di dalam luasnya samudra.
Tak terasa perjalanan menuju Merauke pun berakhir, cahaya matahari telah berganti dengan terangnya sinar bulan. Perjalanan pun terhenti sementara di sebuah rumah dinas teman Laila yang menyediakan tempat bermalam bagi Laila dan teman barunya, Firdan.