alexametrics

Mandi Air Hangat Saat Puasa Bikin Kulit Cepat Kering

loading...
Mandi Air Hangat Saat Puasa Bikin Kulit Cepat Kering
Mandi menggunakan air hangat memang memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun, mandi air hangat saat puasa Ramadhan malah membuat kulit cepat kering. (AIA Malaysia)
A+ A-
JAKARTA - Mandi menggunakan air hangat memang dapat menyegarkan tubuh, melancarkan peredaran darah hingga meredakan stres. Namun, di balik itu semua, faktanya mandi air hangat terutama saat puasa Ramadhan justru dapat mempercepat tubuh kehilangan cairan dan membuat kulit menjadi semakin kering.

Karena itu, dr. Ika Anggraini, SpDV dari Bamed Skin Care menyarankan untuk mandi dua kali sehari dengan air biasa dan hindari air panas.

"Air hangat mengurangi kandungan lemak dalam tubuh sehingga menyebabkan kulit kering," ucap dr. Ika.



Selain suhu air, dr. Ika juga menghimbau untuk tidak sembarangan menggunakan sabun mandi. Idealnya, sabun mandi yang digunakan merupakan sabun mandi yang mengandung pelembab. Demi kesehatan, hindari sabun mandi mengandung detergen yang akan membuat kulit semakin kering.

"Kulit yang kering akibat dehidrasi akan menyebabkan barrier kulit terganggu sehingga bahan iritan ataupun bakteri lebih mudah masuk ke kulit," ujar dia.

Terakhir, lengkapi perlindungan kulit saat bulan puasa dengan menggunakan moisturizer atau pelembap. Dikatakan dr. Ika, pelembap sebaiknya diaplikasikan tepat setelah mandi di mana kulit masih dalam keadaan lembap. Cara ini akan membuat kulit tetap lembap dan terhidrasi.

" Kulit sehat memiliki beberapa ciri, salah satunya adalah lembap. Kulit yang sehat adalah kulit yang kelembapannya terjaga. Kulit yang lembap dan terhidrasi merupakan lapisan pelindung yang baik terhadap dunia luar serta mempunyai kemampuan regenerasi yang baik. Ketika kulit menjadi kering, fungsi kulit sebagai pelindung menjadi terganggu," kata dia.
(alv)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak